Polres Buru

Kasat Lantas Polres Buru Diduga Terlantarkan Istri, Lisa : Saya Pernah Diusir dari Rumah Dinas

Kasus dugaan penelantaran keluarga oleh Kasat Lantas Polres Buru, AKP. Aswan Prayogo terus berlanjut.

Lisa Gozal
POLISI DILAPORKAN - Kasat Lantas Polres Buru (Namlea), AKP. Aswan Prayogo dilaporkan ke Propam Polda Maluku, Rabu (7/5/2025). 

Meskipun menghadapi situasi yang sulit, Lisa berusaha untuk tetap aktif dalam kegiatan Bhayangkari di Namlea.

"Karena masa bodoh, selama di Namlea saya aktif ikut kegiatan Bhayangkari," katanya.

Setelah seminggu berada di Namlea, Lisa berinisiatif untuk menemui Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (Kabag SDM) Polres Buru.

"Ternyata saat saya ketemu Kabag SDM. Ia mengatakan ada informasi dari Polda Maluku kalau suami saya telah memasukkan surat permohonan izin cerai di Polda Maluku," ungkap Lisa dengan nada terkejut.

Upaya mediasi pertama di Polres Buru pun tidak membuahkan hasil.

"Saat itu mediasi pertama masalah saya dengan suami di Polres Buru. Tapi tidak ada jalan keluar untuk kita rujuk, karena sudah sama-sama tidak mau berdamai," kata Lisa.

Setelah mediasi yang gagal, Lisa sempat kembali ke Makassar dengan bekal yang sangat minim dari suaminya.

"Saya sempat pulang ke Makassar. Itu pun suami saya cuma memberi uang Rp. 300 ribu," ujarnya.

Dengan suara penuh harap, Lisa menyampaikan tuntutannya.

"Harapan saya suami saya dihukum sesuai aturan yang berlaku," tegasnya.

Mengenai kabar pengusiran dari rumah dinas, AKP. Aswan menjelaskan bahwa saat istrinya datang ke Polres Buru, ia sudah dalam proses pengajuan perceraian.

"Saya tidak usir dari rumah dinas di Polres Buru, karena saat istri datang ke Polres Buru, saat itu saya sudah mengajukan permohonan perceraian. Jadi saya membiarkan istri tetap menempati rumah dinas, sedangkan saya yang pindah," jelasnya.

Soal biaya kepulangan istri dari Buru ke Morowali, AKP Aswan menyatakan bahwa ia telah menawarkan untuk menanggung tiket, namun ditolak oleh istrinya yang mengaku sudah membeli tiket sendiri.

"Soal saya tidak memberikan ongkos tiket pulang kepada istri saya dari Buru kembali ke Morowali itu tidak sepenuhnya benar. Saya sudah menawarkan untuk menanggung tiket, tapi istri saya menolak dengan alasan dia sudah beli tiket. Jadinya saya hanya memberikan uang Rp. 300 ribu biaya makan," tuturnya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved