Maluku Terkini

Kadis Pendidikan Maluku Tengah Pastikan Sekolah di Pedalaman Seram Utara Nikmati Internet

Husen Mukadar memastikan sekolah-sekolah di pedalaman Kecamatan Seram Utara bisa menikmati jangkauan internet.

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Salama Picalouhata
Ist
Sejumlah siswi Sekolah Dasar di Negeri Kanikeh tampak tengah diajari mengakses internet menggunakan laptop. 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tengah, Husen Mukadar memastikan sekolah-sekolah di pedalaman Kecamatan Seram Utara bisa menikmati jangkauan internet. 

Salah satunya adalah Negeri Kanikeh, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah yang sudah bisa menikmati internet. 

"Alhamdulillah, setelah sejumlah upaya kami lakukan, kini Sekolah-sekolah di pedalaman Seram Utara sudah bisa mengakses internet," kata Mukadar di Masohi, Rabu (13/11/2024).

Kadis pendidikan Maluku Tengah, Husen Mukada dan staf saat
Kadis pendidikan Maluku Tengah, Husen Mukada dan staf saat foto bersama sejumlah Siswa-siswa Sekolah Dasar di Negeri Kanikeh, Seram Utara, Maluku Tengah, Sabtu (9/11/2024).

Dikatakan, pendidikan di pedalaman Pulau Seram jadi potret utuh betapa perjuangan menghadirkan ekosistem pendidikan bukan perkara mudah. 

Kata dia, kesenjangan transportasi, akses digital, internet, perangkat digital menjadi kendala serius anak-anak di Seram Utara itu.  

Keterbatasan sarana prasarana dan perangkat digital ini menjadi kendala utama selama ini.

Kondisi itu memantik semangatnya hingga
rela berjalan kaki selama dua hari menempuh perjalanan panjang sampai ke pedalaman. 

Ia tak sendiri. Ikut pula Kepala Bidang Pendidikan Dasar, M. Arifin Ely, Nurdin Banda dan M. Reza Wailissa, staf di dinas itu. 

Mereka harus berjalan melewati bukit lembah. Menerobos hutan rimba Seram dengan puluhan anak sungai dilewati.  Langkah ini demi membuka keterisolasian pendidikan di wilayah itu. 

Negeri Kanikeh terletak di ketinggian 2.800 mdpl (meter di atas permukaan laut). Menjangkau desa adat ini hanya dengan jalan kaki. 

Dari Negeri Huaulu tim kecil ini berangkat pukul 08.00 Wit.  Butuh 10 jam perjalanan infranti sampai ke desa itu. 

"Bermalam di kali (sungai) Waisamata, perjalanan kembali dilanjutkan keesokan harinya ke negeri Kanikeh, " tutur Mukadar. 

Ia ingin berkontribusi agar anak-anak di pedalaman Seram itu mendapat kesempatan belajar dengan kualitas yang maksimal. 

Sebagai bentuk komitmen, Mukadar meresmikan SD Negeri 351 Maluku Tengah di negeri tersebut. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved