Jembatan Ambrol
Jembatan Penghubung Desa Rumadian-Dian Darat Hancur, Warga Terpaksa Memutar Jalan Sejauh 17 Km
Jembatan penghubung antara Ohoi (desa) Rumadian - Dian Darat, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) ambrol, pada Kamis (3/10/2024) .
Penulis: Megarivera Renyaan | Editor: Salama Picalouhata
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Megarivera Renyaan
LANGGUR, TRIBUNAMBON.COM - Jembatan penghubung antara Ohoi (desa) Rumadian - Dian Darat, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) ambrol, pada Kamis (3/10/2024) pukul 05:13 WIT.
Akibatnya, warga belasan desa yang kerap menggunakan jembatan penghubung tersebut terpaksa memutar jalan sejauh 17 Kilometer karena akses jembatan ditutup.
Salah satu warga asal Ohoi Wab Toti Hanotububun, Kecamatan Kei Kecil Barat mengatakan jembatan yang ambrol ini menghubungkan 3 ohoi di Kecamatan Hoat Sorbay dan belasan Ohoi di Kecamatan Kei Kecil Barat.
Baca juga: Ambrol! Jembatan Penghubung Desa di Maluku Tenggara Hancur Tak Kuat Tahan Beban
Jembatan itu juga menjadi jalur alternatif paling dekat bagi masyarakat Kecamatan Kei Kecil Barat menuju ke Ibukota Kabupaten Langgur.
"Ini jalur paling ramai untuk masyarakat dua kecamatan ini, khususnya dari bagian barat yang mau menuju ke Langgur dan Kota Tual. Pengguna jalur ini ramainya bisa mencapai 24 jam," ucapnya.
Menurutnya, jembatan ini pernah ambrol di tahun 2019 kemudian ambrol lagi di 2024 hanya dalam kurun waktu lima tahun rusak terus, ini jembatan politik.
"Sementara, kita yang dari pesisir barat ini makin susah costnya melonjak karena jarak tempuh semakin jauh, minimal masuk Rp. 60-70 ribu baru sampai Langgur," keluhnya.
Pantauan TribunAmbon.com, jalan menuju Jembatan
terlihat ditutup menggunakan palang bambu.
Sedangkan beberapa warga yang hendak menyebrang nampak bingung dengan kondisi jembatan dan terpaksa memilih menggunakan jalan alternatif bandara.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.