Jumat, 1 Mei 2026

Maluku

Perjuangan Perempuan Dusun Pohon Batu: Jaga Warisan, Selamatkan Alam

Mereka bahkan berdiri paling depan di antara warga Dusun Pohon Batu, Kabupaten Seram Bagian Barat saat mempertahankan lahan kebun dari penggusuran

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
Sumber; Istimewa
Kolase foto perjuangan warga Dusun Pohon Batu dari penggusuran lahan oleh PT. SIM. 

Selain lahan digusur, sejumlah ternak sapinya hilang entah kemana. Mungkin saja lari ketakutan dengar aungan suara mesin ekskavator.

“Waktu mereka gusur tu sapi ada di dalam lahan, kan alat berat ini bunyinya besar. Sapi saja dengar suara manusia kaget, apalagi suara alat berat. Kandang sapi kita tutup dengan kawat duri, lalu setelah alat berat masuk sapi kabur. ketika kami sampai, sapi sudah tidak ada sementara alat berat terus bekerja, terus beroperasi menggusur lahan,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Padahal hewan ternak itu jadi harapannya tuk bantu biaya pendikan anak.

“Kami punya sapi sangat banyak, sehingga menjadi harapan untuk sekolahkan beta punya anak,” pungkasnya.

Ternak sapi milik
Ternak sapi milik warga Dusun Pohon Batu, Minggu (14/7/2024).

Tak kurang dari dua bulan, Wa Ani terus menyusuri hutan mencari sapinya yang hilang, namun urung ditemukan, juga tak ada pihak manapun yang bertanggung jawab.

Dari puluhan ternaknya, kini tersisa tiga ekor saja.

Alhasil, putrinya yang mengenyam pendidikan Prodi Kebidanan di Stikes Maluku Husada, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat terpaksa putus kuliah.

“Anak saya saat itu semester 3 menjelang semester 4, dia minta uang semester senilai Rp. 5.350.000 itu belum ditambah biaya lain karena diam au turun PPL. Uang sebanyak itu dengan kondisi begini saya mau dapat uang dari mana?,” paparnya.

Selain itu, si bungsu laki-laki masih di bangku SMP. Rencananya 3 ekor sapi yang tersisa dipelihara untuk masa depan anak-anaknya.

“Kalau tanah kita kembali, kalau tidak bagaimana dengan masa depan anak-anak kami?,” keluhnya.

Rusaknya Hutan Mangrove

Siang itu, Sabtu (13/7/2024) Kepala Dusun Pohon Batu, Dasmin Samal (52) didampingi sejumlah warga berjalan menyusuri lahan yang sebelumnya digusur PT. SIM.

Sepanjang 2 Kilometer terpampang hutan mangrove yang rusak, tertimbun tanah akibat dibangunnya tanggul penahan pasang air laut serta jalan akses transportasi perkebunan pisang abaka.

Mangrove Pohon Batu
Tampak kerusakan mangrove di Dusun Pohon Batu, Desa Kawa, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku Sabtu (13/7/2024).

Letaknya berkisar 3 Kilometer atau sekitar 10 menit berkendara dari pemukiman warga Dusun Pohon Batu.

“Tempat saya berdiri ini dulu semuanya ditumbuhi mange-mange (sebutan warga lokal untuk mangrove), akar-akarnya masih terlihat tapi sisa pohon mangrove sudah tertutup semua. Hutan mangrove yang mati ini sekitar 2 Km lebih. Perusahaan membuat jalan dengan menutup mangrove, padahal dulunya air laut pasang sampai ke tempat kita berdiri ini,” kesalnya melihat kerusakan hutan mangrove.

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved