Ambn Hari Ini

Beta Bank Sampah Olah Sampah Jadi Kursi Hingga Berbagai Asesoris

Aksi sosial pembersihan sampah masih belum mampu mendorong kesadaran warga akan kebersihan lingkungan

|
Penulis: Maula Pelu | Editor: Fandi Wattimena
Sumber : Joe Manuhuwa
Sampah diolah jadi aksesori Kalung, Kursi, meja, dan banyak lainnya. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Sampah masih jadi masalah klasik di Kota Ambon. 

Aksi sosial pembersihan sampah masih belum mampu mendorong kesadaran warga akan kebersihan lingkungan. 

Berbagai cara pun dilakukan oleh pengiat lingkungan untuk terus mendorong kesadaran warga. 

Seperti yang dilakukan Beta Bank Sampah ini. 

Kepada TribunAmbon.com, Founder Beta Bank Sampah Joe Manuhuwa mengatakan, sampah plastik diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi. 

Produk-produk tersebut antara lain kursi, meja, kalung, dan aksesoris lainnya. 

Aksesoris yang dibuat pun cukup diminati. 

Baca juga: KPU Maluku Tenggara Proyeksikan Hanya 260 TPS di Pilkada 2024

Baca juga: Bawaslu Maluku Luncurkan Posko Kawal Hak Pilih, Ini Tujuannya

“Pada tahun 2023, PLN Peduli bahkan memesan 350 kalung dari plastik yang berhasil diolah. Banyak juga individu yang memesannya,” ungkapnya. 

Dijelaskan, Beta Bank Sampah fokus pada pengelolaan sampah jenis sachet atau multilayer, dan sampah plastik jenis HDPE yang menurutnya selama ini kurang sekali diolah secara efektif. 

"Sampah jenis Sachet adalah sampah plastik tertolak yang sampai saat ini masih kurang sekali pengelolaan daur ulang. Dari situlah kami berusaha mengelola sampah itu," ungkap Joe.

Proses pengelolaan di Beta Bank Sampah diawali dengan pencacahan plastik, kemudian dicampur ke dalam formula khusus untuk selanjutnya dibentuk menjadi berbagai produk. 

Menurut Joe, pengelolaan sampah adalah tanggung jawab semua elemen masyarakat. 

“Kalau ditanya langkah apa hingga menyepakati sampah perlu diolah dan disiasati jadi produk, ini semata-mata karena ini adalah tanggung jawab semua orang untuk ikut berperan dalam menyelesaikan persoalan sampah,” katanya. 

Joe menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, swasta, komunitas, lembaga, dan masyarakat untuk menyelesaikan persoalan sampah. 

"Jika semua ikut bersinergi, saya yakin sampah bukan persoalan tetapi berkah. Kami komunitas tidak punya uang yang banyak untuk membeli peralatan yang baik untuk pengelolaan sampah, kami hanya punya ide kreatif dan tenaga. Jika ini disambut baik oleh pemerintah dan lembaga-lembaga untuk bersinergi, maka persoalan sampah akan tertangani," jelasnya.

Joe pun berharap penggunaan sampah harus dibarengi dengan pengelolaan sampah yang baik dan benar. 

“Harapan kami, produk-produk daur ulang dari sampah yang didesain dan didukung dengan alat yang memadai sangat memiliki peluang bisnis furniture ke depan, karena kita tidak bisa pungkiri penggunaan sampah plastik tidak akan pernah berhenti. Untuk itu, harus juga dibarengi dengan pengelolaan sampah plastik dengan baik dan benar," tutup Joe. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved