CCTV Rusak
Pasar Mardika Hari Ini: Sampah, CCTV Rusak Hingga Gaji Security dan Cleaning Service Belum Dibayar
Kerusakan CCTV itu pun baru diketahui pedagang setelah insiden hilangnya barang pelanggan di salah satu gerai layanan perbaikan handphone (HP) di lant
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
Kontrak tak Jelas
Diketahui, kontrak para pekerja di Gedung Pasar Mardika (Security dan Cleaning Service) belum dibuatkan hingga kini.
Bahkan, mereka sendiri juga belum mengetahui berapa salery atas pekerjaan yang dilakoni enam hari dalam sepekan itu.
Pengakuan CS, hingga kini tidak ada pembicaraan menyakut hal tersebut.
Dia dan sejawatnya juga enggan mempertanyakan itu karena takut diberhentikan sepihak.
Alhasil, mereka terpaksa bekerja lantaran tuntutan hidup.
"Sampai sekarang tetap bekerja, takut tidak bekerja nanti diganti," cetusnya.
"Kami sempat menerima uang sejumlah Rp. 1.5 Juta, tapi informasinya itu uang transport bukan gaji," tambahnya.
Yahya Kotta sempat mengaku gaji Security dan Cleaning Service ada namun belum dibayar.
Yahya beralasan masih dalam tahapan penganggaran.
"Pasar ini kan masih baru, terkait gaji itu tetap ada cuma berdasarkan mekanisme penganggaran, hari rabu ini tetap kami proses, minggu ini sudah diproses," ungkapnya saat dikonfirmasi TribunAmbon.com melalui sambungan telepon WhatsApp, Selasa (18/6/2024).
Terkait dengan nominal gaji yang seharusnya diterima, Yahya membenarkan bahwa gaji mereka setara dengan UMR Kota Ambon.
"Gajinya ikut UMR, tidak bisa sembarangan harus ikut UMR," cetusnya.
Dijelaskan, proses pencarian gaji tak semudah mengambil uang di ATM, ada mekanisme penganggaran keuangan daerah yang harus diikuti. Termasuk melibatkan pihak ketiga.
"Uang ini kan bukan kita ambil dari rekening Bank, tapi kan mesti mekanisme penganggaran di Daerah dan ada pihak ketiganya," tandasnya.

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.