CCTV Rusak
Pasar Mardika Hari Ini: Sampah, CCTV Rusak Hingga Gaji Security dan Cleaning Service Belum Dibayar
Kerusakan CCTV itu pun baru diketahui pedagang setelah insiden hilangnya barang pelanggan di salah satu gerai layanan perbaikan handphone (HP) di lant
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
TRIBUNAMBON.COM – Kamera pengawas atau CCTV di lantai empat Gedung Pasar Mardika rusak, padahal kurang dari dua bulan diresmikan oleh Murad Ismail yang kala itu masih menjabat Gubernur Maluku.
Kerusakan CCTV itu pun baru diketahui pedagang setelah insiden hilangnya barang pelanggan di salah satu gerai layanan perbaikan handphone (Service HP) di lantai empat.
Hugo Marasabessy, pemilik service HP kepada TribunAmbon mengaku kaget dan tak menyangka semua kamera pengawas yang terpasang di berbagai sudut langit lantai empat itu tak berfungsi.
Menahan amarah, Hugo pun merasa gedung yang dibangun dengan anggaran Rp. 134.863.524.850 itu tak aman tuk pedagang.
Dikonfirmasi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Maluku Yahya Kotta menanggapi santai persoalan itu.
Menurutnya itu hanya persoalan teknis, sehingga tinggal diperbaiki kembali semua unit yang rusak.
"Nanti dilihat, itu kan barang elektronik nanti dicek lalu diperbaiki," tandasnya.

Gaji Security dan Cleaning Service Belum Dibayarkan
Sementara itu, pada pekan yang sama, sejumlah petugas keamanan (Security) Gedung Pasar Mardika mengeluhkan persoalan gaji yang belum ditunaikan hingga kini.
Disebutkan, sudah enam bulan gaji belum dibayarkan untuk total 43 security.
Bahkan, sebanyak 40 petugas cleaning service (CS) juga alami hal serupa, hak mereka belum belum ditunaikan padahal kewajiban telah dikerjakan.
Jika estimasikan 83 pekerja dengan gaji UMR Kota Ambon dikalikan enam bulan maka diperkirakan totalnya mencapai lebih dari Rp. 1 Miliar.
"Gaji selama enam bulan belum kami terima, bagaimana mau kasih nafkah keluarga kalau caranya seperti ini," ungkapnya salah seorang CS yang minta namanya dirahasiakan, Selasa (18/6/2024).
"Ketika kami tanyakan (ke Disperindag), ada pegawai yang berjanji bahwa dalam dua minggu lagi sudah cai, tapi sampai sekarang nihil," keluhnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.