Ambon Hari Ini
Tolak Penggusuran, Puluhan Pedagang Pasar Mardika Demo di Kantor Gubernur
Pantauan TribunAmbon.com, sekitar pukul 12.30 WIT di lokasi, terlihat massa menumpangi sebuah mobil pickup lengkap dengan alat pengeras suara.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Puluhan pedagang Pasar Mardika menggelar aksi demo di Kantor Gubernur Maluku, Rabu (22/5/2024).
Pantauan TribunAmbon.com, sekitar pukul 12.30 WIT di lokasi, terlihat massa menumpangi mobil pickup lengkap dengan alat pengeras suara.
Mereka bergantian menyampaikan aspirasi.
Para pedagang yang didominasi emak-emak itu menolak penggusuran lapak di Pasar Mardika.
Mereka berusaha menerobos pagar kantor Gubernur Maluku namun dihalangi Petugas Satpol-PP.
Beberapa menit kemudian perwakilan pedagang dipanggil tuk bertemu dengan Penjabat Gubernur Maluku, Sadali IE.
Baca juga: VIRAL, Gadis Remaja Ini Terpaksa Diikat Warga Morowali karena Tikam Ibunya hingga Tewas
Baca juga: Harga Sayur di Pasar Langgur Mahal Naik Rp. 10 Ribu Per Ikat, Pembeli Ngeluh Semua Serba Mahal
Terpisah dari itu, salah seorang pedagang Handayani Sinanu menyampaikan keluh kesahnya kepada awak media.
Dirinya menilai pemerintah hanya duduk di kursi empuk dan menerima gaji setiap bulan tanpa mempedulikan nasib ribuan pedagang di Pasar Mardika.
Sementara pedagang di Pasar harus berjuang menahan terik matahari dan derasnya hujan tuk sesuap nasi.
"Pemerintah ini tidak mengerti hidup pedagang di Pasar, kita ini bukan duduk pangku kaki layaknya pejabat lalu uang datang. Kita berjuang dibawah hujan dan terik matahari untuk menghidupi keluarga, tapi pemerintah tidak pernah peduli dengan kehidupan pedagang," ungkapnya, Rabu (22/5/2024).
Dia mengeluh kebijakan pemerintah terkait penggusuran lapak di Pasar.
Sebab jika tak berjualan, ke mana lagi dia harus mencari nafkah.
"Pemerintah main gusur saja ikut suka. Kalau kita tidak berjualan lalu siapa yang mau menghidupi keluarga kita," kekuhnya.
Tak hanya soal kehidupan para pedagang, Sinanu juga kecewa karena sudah membayar puluhan juta tuk menempati lapak di Pasar.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.