Pemilu 2024
Jokowi Makan Bakso Bareng Prabowo, Ini Kata Ganjar dan Cak Imin
Tanggapan Ganjar Pranowo dan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin terkait Jokowi makan bakso bareng Prabowo Subianto.
TRIBUNAMBON.COM - Calon presiden (Capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Nomor urut 1 Muhaimin Iskandar alias Cak Imin punya pandangan berbeda menanggapi tindakan Presiden Joko Widodo makan bareng secara terbuka bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.
Momen santap bakso antara Prabowo dengan Jokowi, di warung bakso pak Sholeh, di Magelang, Senin (29/1/2024).
Menurut Cak Imin, hal itu merupakan fenomena biasa antartokoh negara.
"Semua biasa aja. Politik begitu. Tokoh-tokoh bertemu," kata Cak Imin saat ditemui usai acara Desak dan Slepet Amin di Hall A, JI-Expo Kemayoran, Jakarta, Senin (29/1/2024).
Baca juga: Jelang Pemilu, Pemkab Malra Bentuk Tim Pemantauan Pelaporan dan Evaluasi Perkembangan Politik
Baca juga: Kampanye Ganjar, Ini Permintaan Rakyat Maluku yang Disampaikan Karel Ralahalu
Atas hal itu, Cak Imin kalau momen makan bareng antara Jokowi dan Prabowo itu merupakan bagian dari proses berpolitik.
"Bagian dari proses biasa," tukas dia.
Sementara itu, menurut Ganjar hal ini multitafsir.
Meskipun bukan acara kampanye, namun hubungan keduanya dalam kontestasi politik saat ini sulit ditampik.
Jokowi adalah ayah Gibran Rakabuming Raka (36), yang memperoleh tiket pencalonan sebagai wakil presiden pendamping Prabowo pada 2024 melalui putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang melibatkan pelanggaran etika berat ipar Jokowi, Anwar Usman.
"Kadang-kadang menjadi bias, mana fakta, mana regulasi. Nanti pasti akan ada orang yang bertanya soal ini. Cutikah saudara? Begitu," ujar Ganjar selepas berkampanye di Ambon, Maluku, Senin (29/1/2024).
"Nanti yang lain akan menjawab bahwa ini bukan kampanye. Makanya antara fakta dan aturan kadang-kadang ini lah yang menjadi perdebatan hari ini," kata dia.
Ganjar menganggap, tindakan Jokowi adalah sinyalemen dukungan politik Kepala Negara terhadap peserta Pilpres 2024.
Ia tak mempermasalahkan itu.
"Saya kira itu simbol yang makin meyakinkan dukungan Pak Jokowi ke mana, dan buat kami makin bagus apalagi kalau ada statement terbuka sehingga nanti tidak ada intepretasi lain dan kami sangat menghormati itu," tegasnya.
Menurut mantan Gubernur Jawa Tengah itu, situasi semacam ini lah yang membuat elemen masyarakat sipil banyak menyuarakan agar pejabat negara konsisten bersikap netral dan tak berpihak.
TNI/Polri dan ASN Diingatkan Jaga Netralitas Jelang PSU di Buru |
![]() |
---|
KPU Ambon Gelar FGD Evaluasi Pemilu 2024 |
![]() |
---|
Anggota DPRD Ambon Terpilih Siap Dilantik 11 September 2024 |
![]() |
---|
Satu Caleg DPRD Maluku Tenggara Belum Serahkan LHKPN |
![]() |
---|
Bahaya Bisa Gagal Dilantik! 2 Caleg Terpilih Kota Ambon Belum Lapor Harta Kekayaan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.