Lebaran 2023

Sebentar Lagi Lebaran, Tukang Jahit di Amplaz Banjir Orderan

Pelaku jasa potong dan jahit,= atau permak pakaian di Ambon Plaza (Amplaz) akui mulai banjir orderan jelang Lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah.

Mesya
Jelang lebaran, tukang jahit di Amplaz banjir orderan, Senin (10/4/2023). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Pelaku jasa potong dan jahit,= atau permak pakaian di Ambon Plaza (Amplaz) akui mulai banjir orderan jelang Lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah.

Hal ini terjadi seiring banyaknya warga yang juga mulai ramai berbelanja pakaian lebaran.

Salah satu tukang jahit pakaian, Salim mengatakan, hal ini biasa terjadi setiap menjelang lebaran.

Bahkan, dua minggu sebelum lebaran, ia sudah menerima puluhan orderan jahit dan permak pakaian.

“Kalau di awal Ramadan itu memang belum banyak. Masih seperti biasalah, satu sampai lima orderan saja. Nah tapi kalau sudah dekat lebaran begini, bahkan dua minggu sebelum lebaran, saya bisa terima 15 sampai 20 orderan,” kata Salim, Senin (10/4/2023).

Baca juga: Berbagi Berkah, Ratusan Pengemudi Ojek Online di Ambon Menerima Zakat Fitrah

Baca juga: THR Cair, Para ASN di Ambon Mulai Berburu Pakaian Lebaran

Baca juga: Jelang Lebaran, Pelni Ambon Tambah Kuota Tiket Non Seat

Baca juga: Lowongan Kerja Kurir SAP Express Penempatan Seram Bagian Barat, Berikut Persyaratannya!

Ia mengaku, puncak permintaan jasa permak, dan jahit biasanya terjadi mulai 10 hari menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Sementara itu, tukang jahit lainnya Ahmad Agus menambahkan, karena sangat meningkat, ia bahkan mencari pekerja musiman untuk membantunya.

Adapun jasa permak pakaian yang ia terima, mulai dari permak pakaian menjadi diperkecil, seperti pakaian anak remaja, hingga orang tua. baik pria, maupun wanita.

“Untuk jasa permak, biasanya Rp. 30 ribu kalau untuk pakaian yang besar. Kalau untuk pakaian kecil, biasanya saya kasi dengan harga Rp. 10 ribu,” ujarnya.

Ahmad mengungkapkan, menjelang lebaran, penghasilannya juga akan bertambah.

Dari yang per hari hanya menghasilkan Rp150 - 200 ribu saja, menjadi Rp300 - 500 ribu.

“Ya Alhamdulillah. Bulan Ramadan memang bulan yang berkah juga untuk kami sebagai tukang jahit,” tandasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved