Pendidikan di Ambon
Mengenal Kurikulum Entrepreneurship, Metode Pembelajaran Menarik yang Diterapkan SCK Ambon
Di sela-sela acara syukuran itu, Head of School, Fransiska Rini Utami menerangkan, pihaknya berkesempatan merancang program kurikulum sendiri, yakni
Penulis: M Fahroni Slamet | Editor: Adjeng Hatalea
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fahroni Slamet
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Sekolah Citra Kasih ( SCK ) Ambon melangsungkan acara syukuran pembangunan gedung yang diikuti secara antusian ratusan siswa, Kamis (16/2/2023).
SCK Ambon yang hadir sejak Juni 2014 di kota 'Manise' itu telah menghadirkan program kurikulum yang berbeda dibandingkan sekolah pada umumnya.
Di sela-sela acara syukuran itu, Head of School, Fransiska Rini Utami menerangkan, pihaknya berkesempatan merancang program kurikulum sendiri, yakni Kurikulum Enterpreuneurship.
“Ya memang sudah banyak sekali sekolah yang merancang sendiri system belajar dan juga kurikulum mereka, kami pun begitu kami punya Kurikulum Interpreuneurship yang sudah dirancang dari tahun 2003,” terang Rini kepada TribunAmbon.com di lokasi, Kamis.
Kata dia, Kurikulum Entrepreneurship atau Kewirausahaan ini awalnya berkembang dari Jakarta sebagai penggagas.
Kemudian, semenjak 2014 lalu, Kurikulum Entrepreneurship diimplementasikan di SCK Ambon, dan telah menjadi metode pembelajaran yang berbeda.
Metode pembelajaran ini menitik beratkan peran guru dalam melatih keterampilan dan pola pikir siswa, agar mereka siap menerapkan ilmunya sebagai entrepreneur atau sebagai wirausahawan di masa mendatang.
Utami menekankan, kewirausaan pada sekolah pun bukan hanya semata menjual produk atau jasa dan meraih keuntungan, namun lebih dari itu.
Baca juga: Gedung Sekolah Citra Kasih Ambon segera Dibangun di Kota Manise
“wirausahaan ini bukan terarti jualan, dapat uang dapat keuntungan, tidak begitu kalo apa yang kita ajarkan, tapi bagaimana menjadi seorang interpreneur yang pantang mennyerah, berkarakter baik, mempunyai, bersandar kepada Tuhan, kemudian mengambil resiko, mengatasi masalah, nah hal-hal itu yang akan kamu terus upayakan demi menghasilakan siswa yang baik dan bisa bersaing kedepannya,” lanjut Rini.
Penerapan Kurikulum Interpreuneurship
Setidaknya terdapat lima tahapan penerapan Kurikulum Entrepreneurship di SCK Ambon melalui siklus balajar di dalam kelas yang disebutkan Rini.
“Jadi kami itu di dalam kelas itu punya siklus belajar atau learning cycle, kami punya 5 tahapan. Yang pertama itu eksplorasi, kami akan coba melempar satu tema untuk anak didik dan dia mulai mengeksplorasi mendalam terkait hal itu, kemudian akan ada perencanaan, lalu apa yang akan dihasilkan atau apa yang harus dikerjakaan untuk mengahilkan output dari hasil eksploarasi tersebut,” lanjutnya.
Kurikulum Entrepreneurship diterapkan pada anak usia dini hingga tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), yang rencananya akan dibuka pada 2023 ini.

Di samping itu, untuk mengembangkan kreativitas anak agar berjalan optimal selaras dengan perkembangan akademik, pihaknya juga menghadirkan kelas kesenian di bidang musik, dengan menggunakan alat musik, seperti Ukulele.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.