Breaking News:

Maluku Terkini

Aduh! Ternyata Jumlah Warga Miskin di Maluku Meningkat, Faktor Penyebabnya Beragam

Ada 296 ribu penduduk miskin di Maluku per September 2022. Angka tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yakni 10,98 persen.

TribunAmbon.com / Tanita
MALUKU: Konferensi Pers BPS Maluku, tercatat penduduk miskin di Maluku meningkat di Tahun 2022, Senin (16/1/2023) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Jumlah angka kemiskinan di Maluku mengalami peningkatan di tahun 2022.

Yakni ada 296 ribu penduduk miskin di Maluku per September 2022. Angka tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yakni 10,98 persen.

Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Maluku, Yusuf T. Mangaraksa mengatakan peningkatan jumlah dan presentasi penduduk miskin tiap tahun berbeda-beda.

Di tahun 2022, angka kemiskinan meningkat dipicu kenaikan harga minyak bumi yang mempengaruhi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal itu mengakibatkan harga barang juga ikut naik.

Berbeda dengan tahun 2020 yang angka kemiskinan meningkat akibat pandemic covid-19.

“Kenaikan jumlah dan persentase penduduk miskin pada periode Maret 2015 dipicu oleh kenaikan harga barang kebutuhan pokok sebagai akibat dari kenaikan harga bahan bakar minyak. Selanjutnya kenaikan jumlah dan persentase penduduk miskin pada periode September 2020 disebabkan oleh adanya pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia. Sementara itu kenaikan jumlah dan penduduk miskin pada periode September 2022 disebabkan oleh adanya kenaikan harga bahan bakar minyak,” kata Mangaraksa, Senin (16/1/2023).

Baca juga: Harga Tiket Pesawat Ambon - Jakarta Jumat 30 Januari: Citilink Durasi 3 Jam 15 Menit, Cuma RP 2 Juta

Selain harga BBM, inflasi di Kota Tual pada September 2022 sebesar 1,02, angka ini meningkat pesat jika dibandingka dengan bulan Maret 2022 dimana di Kota Tual mengalami deflasi 0.27.

Serta, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2022 sebesar 6,88 persen. Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 0,44 persen poin dibandingkan Februari 2022 sebesar 6,44 persen.
Juga pada, Nilai Tukar Petani (NTP) pada September 2022 sebesar 104,39 lebih rendah dibandingkan NTP Maret 2022 yang sebesar 105,25. NTP diatas 100 menunjukkan harga yang diterima petani lebih besar daripada yang dibayarkan.

"Keempat faktor tersebut berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan selama periode Maret 2022-September 2022 di Maluku," ungkap Mangaraksa.

Lanjutnya, penduduk miskin dikategorikan penduduk yang rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan.

"Untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur menurut Garis Kemiskinan," tambahnya.

Garis kemiskinan tersebut yakni suatu nilai pengeluaran minimum kebutuhan makanan dan nonmakanan yang harus dipenuhi agar tidak dikategorikan miskin.

Di September 2022, Garis Kemiskinan pada September 2022 adalah sebesar Rp 672.456,- per kapita per bulan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved