Info Daerah
Kliwon Wuku, Umat Hindu di Masohi Gelar Sembahyang Hari Raya Kuningan
Dikatakan, dalam kalender Bali, satu bulannya terdiri dari 35 hari, Hari Raya Kuningan biasa dirayakan setiap Sabtu Kliwon di wuku Kuningan.
Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar
MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Umat Hindu di Kota Masohi Maluku Tengah laksanakan persembahyangan Hari Raya Kuningan di Pura Mandala Giri kawasan Karai, Jl Lintas Seram, Sabtu (14/1/2023).
Hari Raya ini digelar Sabtu Kliwon Wuku Kuningan yang jatuh setiap 210 hari sekali atau sekitar enam bulan. Tepatnya 10 hari setelah hari raya Galungan.
"Rangkaian kegiatan ibadahnya itu mulai jam sembilan pagi. Kita di Masohi sini ada kurang lebih sekitar 15 orang," kata Sekretaris Perisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Maluku Tengah, I Dewa Gd Agung.
Dikatakan, dalam kalender Bali, satu bulannya terdiri dari 35 hari, Hari Raya Kuningan biasa dirayakan setiap Sabtu Kliwon di wuku Kuningan.
Biasanya Waktu Kuningan ini jatuh tepat di sepuluh hari setelah perayaan Galungan.
Sehingga diwaktu inilah umat Hindu akan memperingati Hari Raya Kuningan.
Kuningan menjadi salah satu momentum umat Hindu melakukan pemujaan terhadap leluhur untuk memohon keselamatan dan kemakmuran.
Baca juga: Ratusan Siswa dan Pegawai Madrasah di Masohi Jalan Sehat Peringati HAB ke-77 Kemenag
Baca juga: Siap-siap! Mulai Akhir Januari Ini, Warga Kota Ambon Bayar Parkir Pakai Aplikasi, Tak Lagi Tunai
“Hari raya kuningan merupakan rangkaian dari hari raya galungan yang telah dilaksanakan pada 4 Januari 2023 lalu,” jelasnya.
"Makna dari persembayangan hari raya kuningan ini adalah memohon kesuburan, keselamatan dan tuntunan lahir batin kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa)," pungkasnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.