Breaking News:

FTBI Tingkat Provinsi

Ini Tiga Bahasa Daerah di Maluku yang disasar Program Revitalisasi

Dijelaskan Kepala Kantor Bahasa Maluku, Sahril, revitalisasi bahasa daerah sebagai

Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Jenderal Louis
Kepala Kantor Bahasa Maluku, Sahril 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kantor Bahasa Maluku prioritas jaga kelestarian tiga bahasa daerah di provinsi berjuluk Raja-raja ini. 

Yakni; Bahasa Kei di Kabupaten Maluku Tenggara, Bahasa Buru di Pulau Buru dan Bahasa Yamdena di Kepulauan Tanimbar.

Dijelaskan Kepala Kantor Bahasa Maluku, Sahril, revitalisasi bahasa daerah sebagai upaya menjaga kelestarian menjadi fokus program. 

Menyusul program tersebut telah baru diluncurkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), 2 Februari 2022.

"Tahun ini langkah awal revitalisasi bahasa daerah, karena program ini baru diluncurkan pada 2 Februari 2022 oleh Kemendikbudristek," ucapnya. Sabtu (3/12/2022).

Baca juga: Festival Tunas Bahasa Ibu Dorong Terbentuknya Penutur Muda Aktif di Maluku

Baca juga: Seluruh Peserta dari Maluku Tenggara, Tanimbar dan Buru Siap Tampil di Festival Tunas Bahasa Ibu

Lanjutnya, pilihan tiga bahasa karena keterbatasan anggaran serta SDM pengajar bahasa daerah.

Selain itu karena penggunaan tiga bahasa itu lebih dominan ketimbang banyak daerah lainnya. 

Meski begitu, Sahril optimis di 2023 akan ada penambahan dari daerah lain. 

"Ada keterbatasan anggaran juga SDM yang belum mumpuni, pelaksanaan revitalisasi pun harus dilakukan pembinaan dari awal berupa pelatihan dan monitoring," ungkapnya.

Lebih jauh dijelaskan, dalam revitalisasi bahasa daerah merdeka belajar, ada tiga model bahasa.

Model A adalah bahasa mayoritas seperti bahasa, yaitu Bahasa Jawa, Sunda dan Bali.

Model B bahasa adalah bahasa lintas Kabupaten, seperti Banjar, Bugis dan Batak.

Sementara Model C yaitu bahasa yang tidak dominan dan belum dipelajari di sekolah melalui muatan lokal.

"Nah kita di Maluku berasa pada Model C, " tutupnya. (*) 

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved