Tolak Kenaikan BBM
Gelar Aksi Dekat SPBU, HMI Ambon Tolak Rencana Kenaikan BBM
Puluhan anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ambon menggelar aksi unjukrasa menyikapi rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Penulis: Fandi Wattimena | Editor: Salama Picalouhata
Laporan wartawan TribunAmbon.com, Fandi Wattimena
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Puluhan anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ambon menggelar aksi unjukrasa menyikapi rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Aksi protes HMI Ambon ini berlangsung di Jl Jenderal Soedirman, tidak jauh dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kebun Cengkeh.
Dalam aksinya, pengunjuk rasa membawa spanduk berukuran besar berisikan tuntutan aksi.
Mereka juga berorasi secara bergantian.
Kepada TribunAmbon.com, Ketua Umum HMI Cabang Ambon, Afrizal Mukadar menegaskan penolakan mereka akan rencana kenaikan tersebut.
Diketahui, rencana kenaikan berlaku per 1 September 2022, namun hingga kini harga BBM terpantau masih normal.
"Kita tegas menolak kenaikan harga BBM," ucap dia.
Baca juga: Tanggapi Wacana Kenaikan Harga BBM, PDIP Maluku Akui Tidak Serta-merta Menolak
Baca juga: Partai Demokrat Maluku Tolak Kenaikan Harga BBM Karena Bisa Tambah Penderitaan Rakyat
Menurutnya, kenaikan harga BBM sangat tidak bijaksana mengingat pandemi baru saja mereda.
Masyarakat mulai bangkit dari keterpurukan akibat bencana non alam tersebut sehingga jika harga BBM naik, maka masyarakat akan menderita.
"Tentu saja, masyarakat akan terdampak," cetus nya.
Selain menyikapi rencana kenaikan BBM, mahasiswa juga mendesak pemerintahpemerintah memberangus mafia migas dan pertambangan.
Diketahui, massa aksi se lanjutkan akan mendatangi Kantor Gubernur, Kantor PLN dan mengakhiri aksi di Kantor DPRD Maluku. (*)