Maluku Terkini
Mengenal Sosok Siwabessy, Bapak Atom Indonesia asal Maluku 1914-1982
Gerrit Agustinus Siwabessy, atau G.A Siwabessy lahir di Ullath, Saparua, Maluku pada 19 Agustus 1914. Terlahir dari pasangan petani cengkih, Enoch Si
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Adjeng Hatalea
Bagian dari rangkaian percobaan bom nuklir yang sudah dimulai sejak 1948 (berakhir 1958; total 43 percobaan) di kepulauan tersebut.
Khawatir terhadap dampak percobaan bom nuklir tersebut bagi Indonesia, Presiden Sukarno menunjuk Lembaga Radiologi Departemen Kesehatan yang dipimpin oleh Siwabessy untuk mengatasi masalah ini.
Pada 1954, dibentuklah Panitia Penyelidikan Radioaktivitas dan Tenaga Atom yang diketuai Siwabessy dengan para anggotanya terdiri dari elemen-elemen Angkatan Darat, Angkatan Udara, Badan Metereologi, (UI), Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung (ITB), dan RSPAD Gatot Subroto.
Siwabessy pun membentuk Lembaga Tenaga Atom yang berada di bawah Sekretariat Negara dan Siwabessy sebagai direkturnya.
Selain itu negara juga memandang perlu agar didirikan fakultas yang mempelajari ilmu dasar di bidang fisika, kimia dan matematika untuk menghasilkan tanaga ahli.
Lagi-lagi Siwabessy ditunjuk pemerintah untuk mewujudkannya.
Iapun menjadi pendiri Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam Universitas Indonesia, Siwabessy ditunjuk sebagai Dekan FIPIA UI pertama (1963-1965).
Hingga pada tahun 1962 Presiden Sukarno meresmikan berdirinya Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN), berada langsung di bawah presiden, dan Siwabessy sebagai Direktur Jenderal BATAN pertama.
Pada 1965 ia diangkat sebagai Menteri Badan Tenaga Atom Nasional.
Hingga di suatu malam yang tenang pada 11 November 1982, Siwabessy menghembuskan nafas terakhirnya di Jakarta.
Atas jasa-jasanya yang sangat besar dalam memajukan tenaga atom di Indonesia, seperti membangun reaktor nuklir dan banyak penelitian penting lainnya, Siwabessy yang adalah juga Bapak Atom Indonesia, menerima Bintang Mahaputera III pada 1976.
Namanya juga diabadikan oleh negara pada sebuah reaktor nuklir terbesar di Asia Tenggara berkekuatan 30 MW yaitu Reaktor Serba Guna G.A Siwabessy, berlokasi di Serpong, Tangerang, Jawa Barat, yang diresmikan Presiden Soeharto pada 20 Agustus 1987.
Pada patung Siwabessy di kompleks Fakultas Kedokteran Unpatti, tertulis beberapa pesan Presiden RI, Soekarno kepada Siwabessy.
"Gantungkan Cita-citamu setinggi langit Gerrit!," Pesan Soekarno kepada Siwabessy dalam memoar berjudul "Upuleru".(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/2172022-patung-ga-siwabessy.jpg)