Breaking News:

Capaian Vaksinasi Booster di Maluku dan 4 Provinsi Lain Rendah, Airlangga: Perlu Akselerasi

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, capaian vaksinasi booster atau dosis ketiga di seluruh provinsi di luar Jawa Bali rendah.

Tribunnews/HO/BPMI Setpres/Kris
Menko Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto (kanan) dan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Senin (4/1/2021). (Tribunnews/HO/BPMI Setpres/Kris) 

TRIBUNAMBON.COM - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto mengungkapkan, capaian vaksinasi booster atau dosis ketiga di seluruh provinsi di luar Jawa Bali rendah. Yakni masih di bawah 10 persen.

"Booster seluruh provinsi luar Jawa-Bali masih di bawah 10 persen, perlu akselerasi," kata Airlangga saat memberikan paparan hasil evaluasi PPKM secara daring, Senin (14/3/2022).

Di sisi lain, ia juga mengungkapkan terdapat dua provinsi dengan capaian vaksinasi di bawah 70 persen untuk dosis pertama, yakni Papua Barat dan Papua.

Sementara itu, terdapat lima provinsi dengan capaian vaksinasi dosis kedua di bawah 50 persen.

Kelima provinsi tersebut yakni Sulawesi Barat, Maluku Utara, Papua Barat, Maluku, dan Papua.

"Terkait lansia masih ada 6 provinsi capaiannya di bawah 60 persen dosis pertama, 24 provinsi dosis kedua di bawah 60 persen," tambah Airlangga.

Baca juga: KSAD Perintahkan Pangdam Pindahkan Prajurit ke Daerah Asal, Terutama yang Berasal dari Timur

Baca juga: Oknum Pegawai Kejaksaan di Seram Bagian Barat Perkosa Anak Penyandang Disabilitas

Baca juga: Awal Mula Kasus Korupsi Seragam Satpol PP yang Menjerat Asnawy Gay hingga Dituntut 4 Tahun Penjara

Ia juga mengungkapkan, masih ada dua provinsi di luar Jawa-Bali yang mengalami kenaikan kasus harian Covid-19.

Kedua provinsi tersebut yakni Kalimantan Utara dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Namun demikian, ia mengungkapkan, angka perawatan di rumah sakit pada kedua provinsi tersebut masih lebih rendah ketimbang penularan varian Delta tahun lalu.

"Provinsi yang masih naik kasus hariannya adalah Kalimantan Utara dan NTT dan angka perawatannya relatif lebih rendah dibanding Delta," kata dia.

Pemerintah pun memutuskan untuk memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) untuk pengendalian pandemi Covid-19 di wilayah luar Jawa-Bali hingga 28 Maret 2022.

"Diusulkan perpanjangan PPKM (luar Jawa-Bali) 14 hari ke depan pada 15-28 Maret," ujar Koordinator PPKM luar Jawa Bali ini.

Ia pun mengungkapkan, dengan perpanjangan masa PPKM luar Jawa-Bali tersebut, terdapat 18 kabupaten/kota masuk pada kategori level 1, 168 kabupaten/kota masuk pada kategori level 2, dan 200 kabupaten/kota berada pada kategori level 3. (*)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved