Breaking News:

Emas di Gunung Botak

Polisi: Bak Rendaman Milik Penambang Emas Ilegal Sudah Dibongkar

Polres Pulau Buru bantah belum memusnahkan bak rendaman milik penambang ilegal di kawasan tambang emas Gunung Botak.

Penulis: Andi Papalia | Editor: Salama Picalouhata
Andi Papalia
Ratusan bak rendaman milik penambang ilegal di kawasan tambang emas Gunung Botak di Kali Anaoni, Pulau Buru. 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Polres Pulau Buru bantah belum memusnahkan bak rendaman milik penambang ilegal di kawasan tambang emas Gunung Botak di Kali Anaoni, Pulau Buru.

Paur Humas Polres Pulau Buru, Aipda M.Y.S Djamaluddin mengatakan, bak rendaman sudah dimusnahkan saat penyisiran Rabu (9/2/20220 kemarin.

"Bak rendaman sudah ditertibkan dengan cara memotong selang air," kata dia saat dikonfirmasi TribunAmbon.com melalui WhatsApp, Kamis (10/2/2022).

Namun lanjut Djamaluddin, bak rendamannya tidak dibongkar lantaran membutuhkan alat berat.

"Kenapa tidak dimusnakan dengan cara dibongkar, karena harus menggunakan alat berat, jadi musnahkan dengan cara momotong selang air dan mesin blower,' jelas dia.

Baca juga: Kematian Naruto di Tambang Emas Gunung Botak Masih Misteri, Polisi Akui Belum Temukan Titik Terang

Baca juga: Penertiban Tambang Ilegal Gunung Botak, Ratusan Bak Rendaman Tak Tersentuh Aparat

Djamaluddin menjelaskan, ada beberapa cara membongkar rendaman. Yakni, digusur dengan alat berat.

Kemudian merusak selang air dan mesin blower agar sirkulasi udara dalam proses membuat rendaman rusak.

"Karena sudah merusak selangnya, jadi mereka tidak bisa mendapatkan emas, dan itu harus dibongkar ulang lagi dan mulai dari awal," tutur Djamaluddin.

Dijelaskan, ratusan bak rendaman sudah dimusnahkan bersamaan dengan tenda milik penambang ilegal di kawasan tambang emas Gunung Botak.

Penyisiran sekaligus pemusnahan tenda itu, dipimpin langsung Kapolres Pulau Buru, AKBP Egia Febri Kusumawiatmaja.

Diikuti personil gabungan dari Polres Pulau Buru, Polsek Waeapo dan Satpol PP melakukan penyisiran di tambang emas ilegal Gunung Botak, Desa Persiapan Wamsait, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru.

Dan melibatkan personil gabungan, diantaranya Pol PP sebanyak 33 orang, Polres Pulau Buru dan Polsek Waeapo sebanyak 150 orang, dan TNI 1 orang.

Sebelum pemusnahan, aparat gabungan telah meminta penambang untuk segera membersihkan area tambang dan meminta kawasan tersebut dikosongkan. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved