Breaking News:

Emas di Gunung Botak

Penertiban Tambang Ilegal Gunung Botak, Ratusan Bak Rendaman Tak Tersentuh Aparat

Ratusan bak rendaman milik penambang ilegal di kawasan tambang emas Gunung Botak di Kali Anaoni, Pulau Buru tak dimusnahkan.

Penulis: Andi Papalia | Editor: Salama Picalouhata
Andi Papalia
Ratusan bak rendaman milik penambang ilegal di kawasan tambang emas Gunung Botak di Kali Anaoni, Pulau Buru tak dimusnahkan. 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Ratusan bak rendaman milik penambang ilegal di kawasan tambang emas Gunung Botak di Kali Anaoni, Pulau Buru tak dimusnahkan.

Bak rendaman milik penambang ilegal itu, masih berdiri kokoh dan utuh.

Padahal Rabu (9/2/2022) kemarin, personil gabungan dari Polres Pulau Buru, Polsek Waeapo dan Satpol PP melakukan penyisiran di tambang emas ilegal Gunung Botak, Desa Persiapan Wamsait, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru.

Namun, hanya ratusan tenda yang dibakar saat penertiban digelar.

Sementara mereka tidak memusnahkan bak rendaman milik penambnag ilegal di lokasi tersebut.

Padahal ratusan bak rendaman yang dibangun oleh para penambang itu, dicampur dengan bahan kimia berbahaya, seperti cianida dan merkuri.

Ditakutkan, pengolahan emas ilegal dengan sistem perendaman yang menggunakan bahan kimia akan leluasa beroperasi dalam jumlah banyak.

Belum diketahui pasti mengapa bak rendaman tersebut tak dimusnahkan.

Seperti diberitakan, penyisiran sekaligus pemusnahan tenda itu, dipimpin langsung Kapolres Pulau Buru, AKBP Egia Febri Kusumawiatmaja.

Baca juga: Aparat Gabungan Sisir Gunung Botak - Pulau Buru, Puluhan Tenda Penambang Dibakar

Baca juga: Kematian Naruto di Tambang Emas Gunung Botak Masih Misteri, Polisi Akui Belum Temukan Titik Terang

Dan melibatkan personil gabungan, diantaranya Pol PP sebanyak 33 orang, Polres Pulau Buru dan Polsek Waeapo sebanyak 150 orang, dan TNI 1 orang.

Sebelum pemusnahan, aparat gabungan telah meminta penambang untuk segera membersihkan area tambang dan meminta kawasan tersebut dikosongkan. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved