Breaking News:

PPKM di Ambon

Agar Tak Salah Kaprah, Jubir Satgas Covid-19 Ambon Jelaskan Perbedaan PPKM Mikro dan Darurat

Masyarakat Kota Ambon dinilai belum memahami sepenuhnya regulasi PPKM Mikro dan PPKM Darurat.

TribunAmbon.com/ Mesya Marasabessy
Pedagang Pasar Mardika Ambon tetap berjualan hingga pukul 19.00 WIT saat hari pertama pelaksanaan PPKM Mikro di Kota Ambon. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Masyarakat Kota Ambon dinilai belum memahami sepenuhnya regulasi yang telah ditetapkan Pemerintah Pusat (Pempus) dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Yakni tentang PPKM Mikro dan PPKM Darurat.

“Kurangnya pemahaman terhadap regulasi, membuat masyarakat banyak yang salah kaprah antara PPKM Mikro Diperketat dan PPKM Darurat,” Kata Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid19 Kota Ambon, Joy Adriaansz di Balai Kota., Selasa (13/7/2021)

Dijelaskan, pemerintah pusat beberapa waktu lalu telah menerbitkan Instruksri Mendagri Nomor 20 Tahun 2021, yang mencakup beberapa perubahan pada Instruksi Mendagri Nomor 17 Tahun 2021.

Dalam regulasi itu tercantum bahwa Kota Ambon dan Kepulauan Aru masuk dalam PPKM Mikro Diperketat bersama kabupaten/Kota lainnya.

Baca juga: TKA China Positif Covid-19 di Kota Bula-Maluku, 7 Pekerja Lainnya Ikut Tertular

Baca juga: Joy Adriaanz: Pemprov Maluku Juga Rencana Tambah Rumah Sakit Rujukan Covid-19 

Sementara daerah yang masuk dalam PPKM Darurat antara lain Medan, Buktitinggi, Padang, Padang Panjang, Batam, Tanjung Pinang, Bandar Lampung, Pontianak, Singkawang, Kabupaten Berau, Kota Balikpapan, Bontang, Mataram, Kabupaten Manokwari, dan Kota Sorong.

“Disebut PPKM darurat karena ada wilayah kabupaten/kota luar pulau Jawa dan Bali yang masuk dalam kriteria situasi darurat, sehingga perlu dilakukan perubahan terhadap Instruksi Mendagri Nomor 17  Tahun 2021    tentang    Perpanjangan PPKM  Mikro  dan Mengoptimalkan  Posko COVID-19 Di  Tingkat  Desa  dan  Kelurahan,” lanjutnya.

Sementara itu, Ambon masuk kategori wilayah PPKM Mikro diperketat sehingga masih berpedoman pada Instruksi Walikota Nomor 3 Tahun 2021 yang merupakan tindaklanjut dari Instruksi  Mendagri 17 Tahun 2021.

Adriaansz menjelaskan, Tim Satgas Covid-19 Kota Ambon dalam pelaksanaan operasi yustisi akan terus mensosialisasikan regulasi kepada masyarakat.

Baca juga: 95 Tenaga Kesehatan di Kota Ambon Positif Covid-19

Baca juga: Daftar 4 Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Kota Ambon

“Diharapkan perbedaan ini dapat dimengerti, sehingga tidak lagi terjadi kesalahpahaman masyarakat antara PPKM Mikro Diperketat dan PPKM Darurat,” tandasnya.

Berikut beberapa perbedaan PPKM Mikro Diperketat dan PPKM Darurat antara lain;

Aturan Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO)
Berdasarkan Instruksi Mendagri Nomor 20 tahun 2021, untuk PPKM Darurat, perkantoran dibagi menjadi sektor non esensial, esensial, dan kritikal, dimana untuk sektor non esensial ditetapkan 100% bekerja dari rumah (WFH).

Sementara sektor esensial yang berkaitan keuangan dan perbankan khusus asuransi, bank, pegadaian, dana pensiun, dan lembaga pembiayaan yang berorientasi pada pelayanan fisik dengan pelanggan (customer) dapat beroperasi dengan 50% staf untuk lokasi pelayanan, dan 25% untuk adiministrasi perkantoran.

Baca juga: 2 Hakim dan 4 Staf Terpapar Covid-19, Pengadilan Negeri Ambon Ditutup Sepekan

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 Meningkat, Kota Ambon Kembali Tambah Rumah Sakit Lapangan

Halaman
12
Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved