Breaking News:

Maluku Terkini

Gadis Berdarah Ohoi Faan Daur Ulang Koran Jadi Gaun & Tas Cantik

Bupati Maluku Tenggara, M Thaher Hanubun juga terpikat dan langsung meminta gadis kelahiran 2004 untuk berswa foto bersama.

TribunAmbon.com/ Henrik Toatubun
Audrey Briliant Marhinova Rumangun saat mempromosikan gaun dan tas yang di daur ulang dari koran, Langgur (3/5/2021). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Henrik Toatubun

LANGGUR, TRIBUNAMBON.COM - Audrey Briliant Marhinova Rumangun (17), gadis berdarah Ohoi Faan, Maluku Tenggara ini mendaur ulang koran jadi gaun dan tas cantik.

Busana hasil rajutannya itu ditampilkan saat upacara peringatan hari Pendidikan Nasional yang diselenggarakan oleh Yayasan Asti Dharma Maluku di SD Naskat Mathias 3 Langgur, Senin (3/5/2021) pagi.

Tampilan Oldry dengan busana daur ulang itu pun menuai apresiasi dari para guru dan siswa yang mengikuti kegiatan tersebut.

Bupati Maluku Tenggara, M Thaher Hanubun juga terpikat dan langsung meminta gadis kelahiran 2004 untuk berswa foto bersama.

Kepada TribunAmbon.com, Alumni SMK Pariwisata St Theresia Langgur itu mengatakan, ide gaund daur ulang dari kertas koran itu muncul saat dia mengikuti kegiatan Maluku Tenggara Go Green yang diselenggarakan di sekolahnya.

"Untuk itu, lewat busana koran ini, saya selaku kawula muda juga berkontribusi mewujudkan Maluku Tenggara Go Green," kata gadis yang kerap disapa Oldry itu.

Untuk membuat gaun cantik berbahan koran, Dia mengaku menghabiskan waktu hingga tiga hari untuk merajut semua bahan yang telah disediakan.

"Jadi, untuk detail mozaiknya butuh waktu dua hari dua malam, sedangkan bagian bawahnya hanya satu hari," ucap Oldry.

Baca juga: Ricuh Unpatti, Wakil Dekan Fisip Akui Ada Oknum Dosen yang Gerakan Massa

Baca juga: Partai Ummat di Maluku Sudah Kantongi Nama Bakal Calon Pengurus

Selain gaun, dia juga mendaur ulang koran dan plastik jadi tas cantik.

Lanjutnya bercerita, kemampuan yang dimilikinya itu dipelajari dari neneknya adalah guru tata busana.

Oldry pun berencana untuk melanjutkan studi khusus tata busana di Surabaya. Studi tersebut akan ditekuninya untuk kelak bisa membangun butik yang akan dikelolanya sendiri.

Dia pun mengajak anak muda Maluku Tenggara untuk mengembangkan apapun kemampuan bidang yang dimiliki.

"Rata-rata anak-anak muda di sini itu punya potensi, hanya saja malu. Jadi harus berani. Semua orang bisa jadi apapun," tandasnya. (*)

Penulis: Henrik Toatubun
Editor: Fandi Wattimena
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved