Breaking News:

Korupsi MTQ Buru

Aliran Dana Rp. 16 Miliar Korupsi MTQ Buru Mengalir ke Penyanyi hingga Tamu Undangan

Muhtadi menjelaskan, dana yang dikucurkan dalam kasus ini sebesar Rp. 27 miliar. Rp. 16 miliar di antaranya di bidang sarana dan prasarana.

TribunAmbon.com/ Andi Papalia
Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru, Muhtadi 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Salama Picalouhata

NAMLEA,TRIBUNAMBON.COM – Tim penyidik Kejaksaan Negeri Buru menelusuri dugaan aliran dana korupsi MTQ XXVII Tingkat Provinsi Maluku di Kabupaten Buru Selatan, 2017 lalu.

“Kita saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi untuk mengetahui aliran dana mengalir kemana saja,” ujar Kajari Buru, Muhtadi saat Special Interview di Studio TribunAmbon.com, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Ambon, Senin (26/4/2021).

Muhtadi menjelaskan, dana yang dikucurkan dalam kasus ini sebesar Rp. 27 miliar. Rp. 16 miliar di antaranya di bidang sarana dan prasarana.

“Nah tunggakan kami yang Rp. 16 miliar ini. Kita sedang telusuri dulu dananya kemana saja,” kata dia.

Dia menyebut, dari hasil penelusuran itu sudah menemukan titik terang dananya mengalir kemana saja.

“Sudah mulai nampak, ada yang sudah diserahkan ke anu untuk ngebiayain penyanyi dan orang tertentu atau tamu yang datang lah dan lain-lain,” ujarnya.

Katanya, pihaknya telah menyita bukti pengeluaran serta aliran dana ke orang-orang tertentu.

Ketika ditanyakan siapa orang tertentu yang dimaksud, Muhtadi enggan menjawabnya.

“Orang-orang tertentu ini nantilah,” sebutnya.

Baca juga: Kajari Buru Bikin Janji Baru; Bulan Depan Penyidikan Kasus Korupsi Dana MTQ Tuntas

Baca juga: Warga Namlea dan Masohi Dilarang Mudik, Umasugi dan Tuasikal Bakal Tutup Jalur

Dia hanya memastikan, dalam kasus ini banyak orang terlibat di dalamnya termasuk pejabat di negeri itu.

“Nanti kita mau meminta perhitungan ke BPKP dulu. Yang jelas, kita sudah bisa jelaskan uangnya mengalir kemana saja,” tuturnya.

Dia juga memastikan, bulan depan penyidikan kasus ini akan dituntaskan.

“Saya pernah bilang dalam waktu tiga bulan kasus ini tuntas, Maret lalu. Artinya, bulan depan kasus ini akan kami tuntakan,” ujar dia.

Dia menjelaskan, maksudnya bulan depan kasus ini sudah tuntas di tahap penyidikan.

Selanjutnya, kasus itu segera diserahkan ke BPKP Perwakilan Maluku umtuk kepentingan perhitungan kerugian negara.

“Bulan depan itu minimal kita sudah serahkan ke auditor,” tuturnya.

Lanjutnya, penuntasan kasus ini tergantung lamanya perhitungan audit.

“Lamanya audit tergantung dari dokumen yang diberikan. Kami tidak mau membebani auditor dengan kertas kosong. Jadi kami memaksimalkan pemeriksaan saksi dan melengkapi dokumen sebelum diserahkan ke auditor,” jelasnya.

Dia menambahkan, tidak menutup kemungkinan para tersangka akan bertambah.

Dalam kasus ini, Kejari Buru sudah menetapkan tiga orang menjadi tersangka sejak dua tahun lalu.

Mereka adalah Kadis Perhu­bungan Bursel, Sukri Muhammad. Dalam panitia MTQ, ia menjabat ketua bidang sarana dan prasarana.

Kemudian Bendahara Dinas Per­hubungan Bursel, Rusli Nurpata.

Dalam panitia ia menjabat bendahara bidang sarana dan prasarana.

Satu tersangka lagi adalah Jibrael Matatula, Event Organizer. (*)

Penulis: Salama Picalouhata
Editor: Fandi Wattimena
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved