Breaking News:

Larangan Mudik 2021

Warga Namlea dan Masohi Dilarang Mudik, Umasugi dan Tuasikal Bakal Tutup Jalur

Larangan mudik itu mendukung kebijakan pemerintah terkait pencegahan penyebaran virus Corona yang tidak kasat mata.

Tribun Ambon/lukman-mukADar
PANTAU COVID-19 MASOHI Sejumlah petugas dari TNI, Polri dan satpol PP tampak memantau aktivitas penumpang saat kedatangan Kapal Cepat rute Pelabuhan Tulehu-Amahai di Pelabuhan Amahai. Selasa (16/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Salama Picalouhata

MALUKU, TRIBUNAMBON.COM – Bupati Buru Ramly Umasugi dan Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua menegaskan larangan mudik bagi masyarakat di kabupaten setempat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah untuk mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19.

Larangan mudik itu mendukung kebijakan pemerintah terkait pencegahan penyebaran virus Corona yang tidak kasat mata.

Dua bupati dua periode itu bakal menutup jalur ke daerahnya masing-masing, yakni Kota Namlea dan Kota Masohi.

Kebijakan keduanya ini bertentangan denggan Surat Edaran Gubernur Maluku Murad Ismail bernomor 412-52 tahun 2021.

Dalam surat edaran itu, transportasi laut boleh melayani penumpang antar kabupaten dalam satu provinsi.

Perjalanan dalam provinsi boleh, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Syarat yang dimaksud adalah penumpang wajib melampirkan hasil negatif rapid tes antigen yang berlaku 1x24 jam.

Bagi ASN yang melakukan perjalanan wajib menyertakan surat tugas dengan tanda tangan dan cap basah dari atasan.

Sedangkan untuk pelaku perjalanan menggunakan transportasi darat antar kota atau kabupaten dibolehkan dengan syarat tetap menjaga protokol kesehatan.

Baca juga: Gubernur Maluku Murad Ismail Perbolehkan Mudik Asal Punya Surat Rapid Tes Antigen

Baca juga: Selama Larangan Mudik, ASDP Hanya Terima Muatan Logistik

Halaman
1234
Penulis: Salama Picalouhata
Editor: Fandi Wattimena
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved