Breaking News:

Larangan Mudik 2021

Selama Larangan Mudik, ASDP Hanya Terima Muatan Logistik

Selama pemberlakuan larangan mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 H, PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Persero Cabang Ambo

Tribun Ambon/thamzil
PELABUHAN GALALA - Suasana Pelabuhan ASDP Galala, Kota Ambon, Senin (22/2/2021) pagi. Ada tiga ferry penyeberangan yang mengakut mobil, kendaran bermotor dan penumpang ke Namlea, Pulau Buru setiap hari. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Selama pemberlakuan larangan mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 H, PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Persero Cabang Ambon hanya akan menerima muatan berupa logistik.

Hal ini disampaikan Manager Operasional ASDP cabang Ambon, Syamsuddin Tanassy untuk menindaklanjuti Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri 1442 H/Tahun 2021 Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19, dan Surat Edaran Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana selaku Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nomor 13 Tahun 2021 tanggal 7 April 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah, maka pengaturan pembatasan mobilitas masyarakat, serta pemantauan, pengendalian, dan evaluasi dalam rangka mencegah terjadinya peningkatan penularan COVID-19 selama bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah.

“ASDP pada hakikatnya mengikuti aturan dari Pemerintah Pusat, bahwa mulai tanggal 6, angkutan mudik itu ditiadakan, tetapi ada dispensasi untuk logistik. Kalau ada dispensasi logistik otomatis kami akan jalan dengan logistik saja,” kata Syamsuddin Tanassy kepada saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (26/4/2021) siang.

Ia menerangkan, larangan mudik tidak bisa dilakukan sepenuhnya.

Baca juga: Perjalanan Antar Pulau di Maluku Tidak Perlu Surat Izin Keluar Masuk

Mengingat, di Maluku merupakan daerah kepulauan yang sudah pasti masyarakatnya menyebar luas.

“Kalau kami off total, itu berarti bagaimana dengan basudara kita di Pulau Seram dan pulau lainnya, otomatis kan harga sembako akan sudah dan mahal menjelang hari raya,” ungkapnya.

Lanjutnya, setiap kali dalam bulan Ramadhan maupun Lebaran Idul Fitri, sudah pasti sembako akan mengalami kenaikan harga.

Sehingga sangat disayangkan jika ASDP tidak memberlakukan muatan kiriman logistik.

Terakhir, dirinya mengaku selama larangan mudik itu sudah berlaku, selama itu juga tidak ada penjualan tiket penumpang, hanya menerima muatan kiriman logistik.

Penulis: Mesya Marasabessy
Editor: Adjeng Hatalea
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved