Breaking News:

Sidang Sinode GPM

Siapa Pendeta Eli Maspaitella; Ketua Sinode GPM Maluku di Era Virtual dan Pandemi

Energik dan selalu berinteraksi dengan jaringan dan kultur kerukunan antar umat beragama di Maluku, Pendeta Eli , dikenal sebagai sosok muda energik.

courtesy_facebook_elifas_maspaitella
Pendeta Elifas Tomix Maspaitella (46), Sekretaris MPG GPM periode 2015-2020 ini terpilih menjadi Ketua MPH Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) periode 2020-2025. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com; Adjeng Hatalea

AMBON, TRIBUNAMBON.COM  Sidang ke-38 Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM), Kamis (18/2/2021) pukul 13.30 Waktu Indonesia Timur (WIT), resmi menetapkan Pendeta (Pdt) Elifa Tomix Maspaitella (46), sebagai Ketua Majelis Pekerja Harian (MPH) GPM periode 2020-2025.

GPM adalah gereja Protestan terbesar di Maluku dan Maluku Utara.

Pdt Elifas T Maspaitella menggantikan Pendeta Athes Johanis Samuel Werinussa (61 tahun) sebagai Ketua MPH Sinode GPM periode 2015-2020.

Elifas Maspaitella sebelumnya menjabat Sekretaris Sinode GPM di periode 2015-2020.

“Saya hanya mengulang sumoah dan janji saya yang sama lima tahun lalu di forum, dan temoat yang sama,” ujarnya saat ditetapkan sebagai Ketua MPH Sinode.

Berbeda dengan 37 sidang Sinode GPM dan periode kepengurusan MPH sebelumnya, masa jabatan Elifas Maspaitella tidak utuh lima tahun.

Sejatinya, seperti sebelumnya, sidang Sinode ini digelar  di bulan September, di peringatan ulang tahun GPM.

Namun karena masa pendemi instusi pengambilan keputusan tertinggi ini molor hingga bulan kedua 2021, namun masa jabatan MPH tetap lima tahun.

“Nanti ya, ini masi ada tahaoan sidang. Masih ada lima pengurus lain yang belum ditetapkan,” kata Pendeta Eli, sapaan akrab pendeta Elifas saat TribunAmbon.com coba meminta waktu untuk konfimasi atas amanah dan tanggungjawab barunya.

TRIBUNAMBON_greetings Sidang Sinone_
TRIBUNAMBON_greetings Sidang Sinone_ (Tribun Ambon)

Baca juga: BREAKINGNEWS: Sah Pendeta ET Maspaitella Terpilih Jadi Ketua Sinode GPM Maluku 2020-2025

Baca juga: Pdt Elifas T Maspaitella Saya Berjanji Melayani Gereja Protestan Maluku dengan Sepenuh Hati

Baca juga: Sidang Virtual Bersejarah, 9 Fakta Penting Forum Keputusan Tertinggi Gereja Protestan Maluku

Lantas siapa Pdt Eli Maspaitella?

Pendeta Eli hanya nama akrabnya. Ambon adalah tanah tumpah darah sekaligus tempatnya mengabdi sebagai pelayan Tuhan dan gereja.

Setengah umurnya dihabiskan di dunia pelayanan kegerajaan dan aktivitas sosial.

Energik dan selalu berinteraksi dengan jaringan dan kultur kerukunan antar umat beragama di Maluku, Pendeta Eli , dikenal sebagai sosok muda yang energik dan pembaharu.

Saat terpilih di Sidang ke-37 Sinode tahun 2015 lalu, dia banyak mengantar GPM untuk berinteraksi dengan menggunakan aplikasi berbasis sosial media dan IT.

Dia menemukan momen itu, saat terpiluh menjadi sekretaris Sinode GPM.

Momen Sidang ke-38 Sinode ini, untuk kali pertama dalam sejarah 86 tahun GPM digagas sidang virtual.

Dan saat sidang pemilihan ketua MPH, juga untuk kali pertama digelar dalam format LiveStreaming dari Channel YouTube resmi GPM.

Masa pandemi Covid-19 dan ketatnya protokol kesehatan juga salah satu faktor utama molornya pembahasan.

Tak seperti sidang-sidang sebelumnya, akses wartawan peliput juga terbatas.

Dia juga dikenal pendeta yang aktif di media sosial; termasuk Facebook dan Instagram.

Ia adalah ayah dari tiga anak; Ellexia Maspaitella (12), Derill Maspaitella (5), dan Domiel Maspaitella (5).

Rumahnya bahkan ibarat gereja.

Sang pendeta juga tinggal dengan pendeta.

Istrinya Dessy Aipassa, tercatat sebagai pendeta di Jemaat GPM Bethania, Klasis Kota Ambon.

Jurnalis dan pengunjung harus mengikuti rapid test antigen lebih dulu sebelum masuk.

Sidang komisi digelar virtual di sembilan geraja utama di Kota Ambon.

Pembahasan batasan usia calon ketua di sidang komisi dan pembahasan tata tertib, membuat sidang sempat banyak jeda dan diperpanjang 4 hari dari jadwal semula tujuh hari.

Polarisasi pemilih terjadi saat batasan calon ketua harus dibawah 60 tahun, bahkan dibawahnya.

Konon inilah yang membuat pembahasan alot.

Nama lengkap dan pemberian dari orangtua, pria kelahiran Rutung, Pulau Ambon ini adalah Elifas Tomix Maspaitella

Pendeta Eli lahir di Negeri Rutung, tanggal 24 Juni 1974.

Pendidikan dihabiskan di Tanah Rutong,  tanah tumpah darahnya Ambon.

Tahun 1980 dia bersekolah di SD Negeri Rutung, Ambon

Lalu dilanjutkan di tahun 1987 dia masuk ke SMP Negeri 1 Kota Ambon.

Bangku sekolah menengah atas juga diselsaikan di SMA Negeri 1 Ambon dan lulus tahun 1992.

JALAN BERSAMA  - Pendeta Elifas Maspaitella berjalan bersama Uskup Apostolik Amboina Mgr PC Mandadgi di sebuah acara keumatan di Ambon tahun 2016 lalu.
JALAN BERSAMA - Pendeta Elifas Maspaitella berjalan bersama Uskup Apostolik Amboina Mgr PC Mandadgi di sebuah acara keumatan di Ambon tahun 2016 lalu. (courtesy_facebook_elifas_maspaitella)

Baca juga: Uskup Mandagi: Semoga Pendeta Elifas Maspaitella Bawa GPM Jadi Gereja Bukan Organ Politik di Maluku

Masa mahasiswanya dia memilih Fakultas Filsafat Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM), Ambon. Dia masuk tahun 1993.

Di masa mahasiswa, Ely banyak aktif bersama jaringan mahasiswa nasional di masa awal reformasi .

Lalu kuliah magister dilanjutkan juga di UKIM.

Dia memilih program studi  Injil Adat tahun 1999.

Di masa konflik sosial di Ambon, dia melanjutkan kuliah magister S2 dengan program studi  Sosiologi Agama di Universitas Kristes Satya Wacana (UKSW) Salatiga , Jawa Tengah antara tahun 2000-2001.

Upayanya menjadi pendeta dimulai saat memilih masuk ke program Vicaris Gereja Protestan Maluku (GPM) tahun  2005.(*)

 

Halaman
Penulis: Tanita Pattiasina
Editor: Nur Thamsil Thahir
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved