Jumat, 15 Mei 2026

Ambon Hari Ini

Inflansi Kota Ambon 2025 Lampaui Batas Nasional, Pemkot Perkuat Pengendalian Harga

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Ambon menegaskan akan mengambil langkah serius untuk memperkuat upaya pengendalian inflasi.

Tayang:
Penulis: Novanda Halirat | Editor: Ode Alfin Risanto
TribunAmbon.com/ Novanda Halirat
PEMELIHARAAN JMP - Potret dari jauh Jembatan Merah Putih (JMP) di kota Ambon yang masih dalam proses pengecatan, Sabtu (8/11/2025) 

Ringkasan Berita:
  • Inflasi Kota Ambon tahun 2025 mencapai 4,23 persen, melampaui target inflasi nasional 2,5 persen ±1, dengan tekanan utama berasal dari kelompok makanan, transportasi, serta perawatan pribadi.
  • Kenaikan inflasi dipicu antara lain oleh lonjakan tarif angkutan udara, meski kenaikan harga sejumlah komoditas pangan relatif tertutupi.
  • Pemkot Ambon melalui TPID berkomitmen memperkuat pengendalian inflasi, antara lain dengan menjaga ketersediaan stok pangan, memanfaatkan neraca bahan makanan.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Inflasi Kota Ambon sepanjang tahun 2025 tercatat melampaui ambang batas nasional.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Ambon menegaskan akan mengambil langkah serius untuk memperkuat upaya pengendalian inflasi.

Hal itu dibahas dalam rapat evaluasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Ambon yang digelar di Balai Kota Ambon, Kamis (8/1/2026).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Ambon, Pauline Gaspersz, menjelaskan inflasi pada Desember 2025 tercatat sebesar 0,85 persen, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya maupun Desember 2024.

Baca juga: Penumpang KM Pangrango Lompat ke Laut di Perairan Tanjung Jasi - Tanimbar, Polisi Dalami Peristiwa

Baca juga: Jadwal Kapal Maluku Minggu 11 Januari 2025, Ada KM Sabuk 106 Tujuan Banda

Secara kumulatif, inflasi tahun kalender (year to date/ytd) sekaligus year on year (yoy) mencapai 4,23 persen. Angka ini melampaui target inflasi nasional 2025 sebesar 2,5 persen ±1 persen atau batas atas 3,5 persen.

“Inflasi ytd Kota Ambon tahun 2025 sebesar 4,23 persen sudah melampaui ambang batas yang ditetapkan pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 31 Tahun 2024,” ujar Gaspersz dalam rilis yang diterima TribunAmbon.com, Jumat (9/1/2026).

Ia menyebutkan tekanan inflasi dipicu oleh tiga kelompok pengeluaran utama, yakni makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,24 persen; perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,76 persen; serta transportasi 0,77 persen.

Meski beberapa komoditas pangan seperti cabai rawit dan ikan mengalami kenaikan harga, kontribusinya relatif kecil dan tertutupi oleh andil emas perhiasan sebesar 0,79 persen serta angkutan udara sebesar 0,42 persen.

Gaspersz menegaskan bahwa kunci utama pengendalian inflasi terletak pada jaminan ketersediaan stok.

Menurutnya, Pemkot Ambon telah memiliki instrumen penting berupa neraca bahan makanan yang dikelola Dinas Ketahanan Pangan untuk memantau kebutuhan dan suplai komoditas strategis.

“Data neraca bahan makanan dapat menjadi alat awal untuk memantau ketersediaan komoditas penting seperti ikan, cabai, bawang merah, daging ayam ras, dan beras, dengan tetap memperhatikan pola konsumsi masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, mengatakan lonjakan inflasi di akhir 2025 dipengaruhi signifikan oleh kenaikan tarif angkutan udara yang tidak disertai subsidi pemerintah pusat, sehingga berdampak pada kenaikan harga komoditas lainnya.

“Inflasi year on year Kota Ambon mencapai 4,23 persen. Ini menandakan laju inflasi cukup tinggi di akhir 2025, salah satunya dipicu oleh lonjakan tarif transportasi udara,” ungkap Toisutta.

Untuk mengendalikan inflasi, Pemkot Ambon akan melanjutkan dan memperkuat intervensi harga, termasuk rencana pembangunan kios atau pasar pengendali guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang.

“Kios pengendali ini penting untuk memantau harga sekaligus menyediakan stok komoditas tertentu agar masyarakat memperoleh harga yang terjangkau,” ujarnya.

Selain itu, Pemkot Ambon juga akan memperkuat kerja sama penyangga stok dengan sejumlah daerah penghasil sebagai langkah menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved