Ambon Hari Ini
Dari Keresahan Jadi Gerakan, SOLATIV Vol I Hidupkan Ruang Ekspresi Mahasiswa Unpatti
SOLATIV Vol I sukses digelar di Unpatti sebagai ruang kreativitas dan solidaritas mahasiswa lintas organisasi.
Penulis: Maula Pelu | Editor: Ode Alfin Risanto
Ringkasan Berita:
- SOLATIV Vol I sukses digelar di Unpatti sebagai ruang kreativitas dan solidaritas mahasiswa lintas organisasi.
- Kegiatan diisi penampilan seni, refleksi May Day–Hardiknas, serta layanan kesehatan gratis.
- Mahasiswa berharap SOLATIV berlanjut sebagai wadah ekspresi dan penguatan kolaborasi kampus.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Solidarity And Creativity (SOLATIV) Vol 1, sukses digelar di Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang bersama bagi mahasiswa lintas organisasi untuk menampilkan kreativitas, menyuarakan gagasan, sekaligus mempererat solidaritas di lingkungan kampus.
SOLATIV Vol I melibatkan sejumlah organisasi dan komunitas mahasiswa, di antaranya UKM Seni Unpatti, UKM Multimedia Unpatti, Mahasiswa Ekonomi Pencinta Alam (MEPA) Unpatti, Mahasiswa Teknik Pecinta Alam (Matepala) Unpatti, Perserikatan Mahasiswa Kristen (PMK) Unpatti, Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (GEMPAR) Unpatti, hingga Paramedis Jalanan.
Baca juga: Vonis 5 Bulan Oknum Brimob Aniaya Lansia, Tim Hukum: Ujian Integritas Kejaksaan di Maluku
Baca juga: 148 Siswa SD SMP se-Kota Ambon Ikut Kompetisi Renang Antar Pelajar, Ini Harapan Wali Kota
Mengusung tema refleksi Hari Buruh Internasional (May Day) dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), kegiatan itu hadir sebagai upaya membangkitkan kreativitas dan daya pikir kritis mahasiswa yang dinilai mulai redup di ruang kampus.
Berbagai penampilan seni ditampilkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari musik hingga seni lukis dari mahasiswa sendiri.
Tidak hanya itu, SOLATIV Vol I juga menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang dimanfaatkan mahasiswa hingga petugas kebersihan di lingkungan kampus.
Pembawa acara kegiatan, Nabil Kurnia, mengatakan SOLATIV lahir dari keresahan mahasiswa terhadap minimnya ruang berekspresi di Kampus.
“Kami merasa kreativitas mahasiswa di Unpatti kurang mendapat ruang. Karena itu, kami mencoba menghadirkan wadah agar mahasiswa bisa lebih dekat, saling mengenal, dan menampilkan karya mereka,” ujar Nabil.
Ia berharap SOLATIV tidak berhenti pada pelaksanaan pertama, tetapi terus berkembang menjadi ruang kolektif mahasiswa yang lebih besar di masa mendatang.
“Ini baru Vol I, tetapi antusiasnya luar biasa. Harapan kami, ke depan SOLATIV bisa hadir lebih besar lagi dan dikenal lebih luas,” katanya.
Sementara itu, Ketua Mahasiswa Ekonomi Pecinta Alam (MEPA) Unpatti, Rahayu Lulang, menilai kegiatan semacam itu penting untuk terus dihadirkan di lingkungan kampus.
Sebab kata dia, mahasiswa membutuhkan ruang terbuka untuk menyampaikan gagasan, kritik sosial, hingga kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Ruang seperti ini sangat penting bagi mahasiswa untuk berekspresi dan menyampaikan pandangan mereka. Selain itu, kegiatan ini juga mempererat hubungan antar mahasiswa di Unpatti,” ujar Rahayu.
Untuk itu, ruang kreativitas dan berekspresi mahasiswa perlu didorong pihak kampus.
“Kami mahasiswa sangatlah butuh ruang-ruang seperti ini, di mana kita dapat mengekspresikan pendapat dan lainnya,” harapnya. (*)
| Wali Kota Ambon Bakal Panggil Pengembang Perumahan Gadihu Usai Longsor |
|
|---|
| TPS EcoLife Resmi Beroperasi, Wali Kota Ambon Dorong Budaya Pilah Sampah |
|
|---|
| Terbakar Tengah Malam, Dua Rumah di Pohon Mangga Air Salobar Ambon Ludes Dilalap Api |
|
|---|
| Polda Maluku Bongkar Peredaran Narkoba Jenis Sinte di Ambon, Security BKSDA Jadi Pengendali |
|
|---|
| Gudang SMP Kristen Ambon Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Solativ-1.jpg)