Nama Nurdin Halid Disebut dalam Rekaman 1 Menit di Kasus PDIP dan Golkar Maluku, Ini Reaksinya
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar AM Nurdin Halid belum mendapat informasi berkaitan laporan DPD PDIP Maluku
Laporan Wartawan Tribun Timur, Abdul Azis Alimuddin
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar AM Nurdin Halid belum mendapat informasi berkaitan laporan DPD PDIP Maluku.
Koordinator Bappilu dan BSN Partai Golkar tersebut juga mengaku tidak mengetahui isi rekaman yang dimaksud.
"Saya tidak tahu apa isi rekamannya karena banyak sekali yang menelpon ke saya," kata mantan Ketua DPD I Golkar Sulsel tersebut kepada Tribun via pesan WhatsApp, Jumat (13/11/2020).
Sebagai Koordinator Bappilu dan BSN DPP Golkar, M Nurdin Halid mengaku setiap hari banyak menghubungi dirinya.
"Kalau ada rekaman pasti kita tahu itu. Jadi sampai hari ini saya tidak tahu," ujar Nurdin menambahkan.
Baca juga: PDIP Maluku Polisikan Ketua Bapillu DPD Golkar Maluku, Buntut Rekaman 1 Menit
Dilansir dari Tribunnews.com, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Maluku melaporkan Ketua Bapillu DPD Golkar Maluku Yusri AK Mahedar atas dugaan melakukan pencemaran nama baik lewat media sosial.
Pelaporan resmi diserahkan Sekretaris DPD PDIP Maluku, Junaiddy Marasabessy didampingi kuasa hukum serta fungsionaris PDIP ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Pulau Ambon dan Pulau Lease, Kamis (12/11/2020) siang.
"Berkas pelaporan telah dimasukan tadi, kita tunggu prosesnya," cetus Ali M Basry Salampesy selaku Tim Kuasa Hukum.
Lanjutnya, pelaporan tersebut dilayangkan atas dugaan tindakan pencemaran nama baik terhadap Ketua DPD PDIP Maluku Murad Ismail.
Dia menjelaskan, rekaman pembicaraan antara Yusri dengan Nurdin Halid selaku Koordinator Bappilu dan BSN Partai Golkar beredar di media sosial, Kamis (12/11/2020).
Dalam rekaman berdurasi 1 menit 41 detik itu, Yusri menyebutkan Ketua DPD PDIP Maluku, Murad Ismail yang adalah mantan pensiunan Jendral Polisi telah melakukan intimidasi terhadap kepala daerah dan kepala desa agar mendukung kandidat yang diusung PDIP.
Di situ (rekaman), dia mengatakan Ketua (Murad Ismail) dalam pilkada serentak di Seram Bagian Timur juga melakukan hal yang sama seperti Pilkada Provinsi," katanya.
"Yakni melakukan intimidasi terhadap kepala-kepala daerah dan kepala desa di Maluku untuk mendukung yang bersangkutan," terang Ali yang juga Ketua DPD Repdem Maluku.
"Ada semua. Ya, ini mencoreng nama baik Murad Ismail secara pribadi dan kelembagaan."