Breaking News:

Dua Mahasiswa Unpatti Jadi Tersangka dalam Kericuhan Aksi Tolak Omnibus Law di Ambon

Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease tetapkan dua orang sebagai tersangka kericuhan dalam unjuk rasa menolak Omnibus Law Cipta Kerja

(Kontributor TribunAmbon.com, Fandy)
Aksi unjuk rasa menolak omnibus law atau Undang-undang (UU) Cipta Kerja di depan kampus Universitas Pattimura (UNPATTI) Ambon, Senin sore (12/10/2020) berujung ricuh 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Fandy

TRIBUNAMBON.COM - Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease tetapkan dua orang sebagai tersangka kericuhan dalam unjuk rasa menolak Omnibus Law Cipta Kerja.

Di mana aksi tersebut berujung aksi pelemparan terhadap aparat kepolisian, Senin sore (12/10/2020).

Keduanya yakni MR dan HS, mereka terbukti menghasut massa untuk melakukan pelemparan terhadap aparat Kepolisian yang menyebabkan terjadi bentrokan yang melibatkan warga sekitar.

"Dari 13 org yg diamankan. Telah ditetapkan 2 orang tersangka dengan inisial MR dan HS," kata Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon, Ipda Isack Leatemia, Selasa (12/10/2020).

Lanjutnya, keduanya pasal. 160 KUHP atau pasal 214 KUHP dan atau pasal 212 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama enam tahun penjara.

Baca juga: Tiga Demonstran di Unpatti Ambon Ditahan, Kapolda Maluku: Kami Akan Lakukan Rapid Test

Baca juga: Ribuan Mahasiswa Turun Aksi Tolak Omnimbus Law, Jalanan Kota Ambon Macet

"Menghasut supaya melakukan kekerasan terhadap dan atau kekerasan terhadap petugas yg melakukan pekerjaan yang Sah" ungkapnya.

mahasiswa terlibat aksi lempar batu dalam aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law di kampus Unpatti Ambon.
mahasiswa terlibat aksi lempar batu dalam aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law di kampus Unpatti Ambon. (Tribunambon.com/Insany)

Sementara itu, 11 mahasiswa yang ikut diamankan telah dipulangkan. Mereka dijemput langsung oleh keluarga mereka masing-masing.

"Sedangkan sisa rekan mereka berdua di kembalikan kepada keluarganya masing-masing Polresta," cetusnya.

Sebelumnya, 13 mahasiswa ini diamankan saat terjadi bentrokan dalam aksi protes menolak Omnibus Law atau Undang-undang (UU) Cipta Kerja di depan kampus Universitas Pattimura Ambon.

Baca juga: Demo UU Cipta Kerja Berujung Rusuh, 13 Mahasiswa Universitas Pattimura Ambon Diamankan

Pengunjukrasa melempari polisi dengan batu dan dibalas dengan tembakan gas air mata.

Dua unit water cannon dikerahkan pun dikerahkan. Pengunjukrasa pun memilih mundur dan bertahan di dalam kampus.

Sekitar pukul 18.53 aparat kepolisian ditarik mundur setelah aksi tersebut berhasil diredam.

(*)

Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved