Breaking News:

Ribuan Mahasiswa Turun Aksi Tolak Omnimbus Law, Jalanan Kota Ambon Macet

Ribuan mahasiwa kembali melakukan aksi unjuk rasa Senin (12/10/2020). Massa aksi kali ini lebih banyak dari sebelumnya.

(Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Insany)
Mulai dari duduki badan jalan, bakar ban di tengah jalan, long march bawa keranda, hingga orasi di tengah jalan, menyebabkan sejumlah ruas jalan di Kota Ambon macet. Foto : insany 

Laporan Wartawan Tribunambon.com, Insany

TRIBUNAMBON.COM -Ribuan mahasiwa kembali melakukan aksi unjuk rasa Senin (12/10/2020). Massa aksi kali ini lebih banyak dari sebelumnya. 

Akibat aksi ini sejumlah ruas jalan di pusat kota Ambon macet, sebagian lainnya akses jalan diblokade pengunjuk rasa. 

Setidaknya dari pantauan Tribunambon.com, akses jalan dari dan menuju Gedung DRPD Karang Panjang Ambon ditutup massa aksi. 

 Akses dari dan menuju kantor Gubernur Maluku seputaran Jalan Sultan Hairun, Jalan Anthony Reebok, Jalan Pattimura, dan kawasan Lapangan Merdeka juga tidak bisa dilewati warga. 

Baca juga: Demo Tolak UU Ciptaker Ricuh, Warga Poka Ambon Terlibat Baku Lempar dengan Para Demonstran

Hal yang juga terjadi di kawasan Jalan Rijali yakni  depan gedung DPRD Kota Ambon.

Selain itu,akses jalan di depan Kampus Universitas Pattimura serta Jalan Leimena juga diblokade mahasiswa..

Akibatnya kemacetan tak bisa dihindari, sejumlah pengendara terlihat kesal bahkan ada yang tak sabar untuk bisa keluar dari kemacetan,

Mulai dari duduki badan jalan, bakar ban di tengah jalan,  long march bawa keranda, hingga orasi di tengah jalan, menyebabkan sejumlah ruas jalan di Kota Ambon macet.  Foto : insany
Mulai dari duduki badan jalan, bakar ban di tengah jalan, long march bawa keranda, hingga orasi di tengah jalan, menyebabkan sejumlah ruas jalan di Kota Ambon macet. Foto : insany ((Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Insany))

Baca juga: Pangdam Jaya Terkejut saat Periksa Ponsel Penyusup Demo UU Cipta Kerja: Mereka Dijanjikan Dapat Uang

 ‘’Bagaimana ini, demo ya demo tapi jangan bikin akses kita terhambat, macet lama sekali,’’ sesal Udin salah satu sopir angkot. 

Bahkan sebagian penumpang angkutan umum terpaksa memilih turun dari angkot dan memilih jalan kaki. 

Kemacetan terjadi hanya selama aksi unjuk rasa berlangsung. Bahkan sebagian massa aksi memilih masuk ke Lapangan Merdeka. 

Sedang massa aksi dari IMM  melakukan long march membawa keranda mayat sebagai bentuk matinya hati nurani wakil rakyat. 

Massa aksi lainnya dari HMI  membakar ban bekas di tengah Jalan Leimena depan Kampus Unpatti Ambon

Setelah melakukan aksinya selama enam jam massa aksi membubarkan diri, sebagian kembali ke kampus.

(*)

Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved