Breaking News:

TPA Toisapu Ditutup, Ratusan Pemulung di Kota Ambon Kehilangan Pencaharian

Ratusan pemulung kena dampak dari penutupan TPA Toisapu, bahkan banyak yang harus beralih cari pekerjaan untuk menyambung hidup

Kontributor TribunAmbon.com/Fandy
Kondisi Pemukiman Pemulung di Toisapu, Kota Ambon 

Biasanya berkisar Rp. 300 ribu sampai Rp. 600 ribu untuk setiap bulannya.

Kisaran angka itu tentu jauh dari cukup bagi ibu dari lima orang anak itu.

Apalagi dua anaknya juga masih kuliah.

"Satu jurusan keperawatan dan satu masih kuliah juga, yang ada saja dibuat cukup," katanya.

Terpaksa Cari Kerja Lain

Suasana saat penutupan TPA Toisapu, Kota Ambon
Suasana saat penutupan TPA Toisapu, Kota Ambon (Kontributor TribunAmbon.com/Fandy)

Senada dengan itu, Franky Lela mengaku harus mencari pekerjaan lain untuk tetap bertahan hidup.

Meski begitu dia belum tau harus kerja apa.

"Jadi kuli bangunan mungkin, kalau jadi buruh juga sudah banyak orang, yang pasti harus kerja" ujar Franky

Dia dan para pekerja lainnya hanya bisa berharap TPA kembali dibuka agar mereka dapat kembali beraktifitas seperti sediakala.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala IPST, Irend Sohilait mengaku tidak bisa berbuat banyak dan menyerahkan persoalan tersebut ke Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan Kota Ambon.

Total Denda Pelanggar Protokol Kesehatan di Ambon Capai Rp 85 Juta Per 2 Oktober

Dia pun ikut berharap perkara lahan bisa terselesaikan segera.

Apalagi Toisapu menjadi satu-satunya TPA di Kota Ambon.

"Kami tentu sangat berharap masalah ini bisa selesai. Ini banyak yang mencari nafkah disini," tandasnya. (*)

Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved