Jumat, 24 April 2026

Malteng Hari Ini

Upacara HAB ke-80, Sekda Malteng Sampaikan Pesan Menteri Agama

Kata Sahubawa, tema upacara HAB ke-80 menegaskan bahwa kerukunan bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan sebuah energi kebangsaan.

Istimewa
UPACARA HAB - Upacara memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kantor Kemenag Maluku Tengah di Kota Masohi, Sabtu (3/1/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Upacara peringatan HAB ke-80 Kementerian Agama dengan mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju berlangsung di MAN 2 Maluku Tengah, Kota Masohi, Sabtu (3/1/2026).
  • Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku, Rakib Sahubawa memimpin langsung upacara itu menyampaikan pesan Menteri Agama.
  • Kata Sahubawa, tema upacara menegaskan bahwa kerukunan bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan sebuah energi kebangsaan. 

 

‎Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎MALTENG, TRIBUNAMBON.COM - ‎Upacara peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama dengan mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju berlangsung di MAN 2 Maluku Tengah, Kota Masohi, Sabtu (3/1/2026).

Dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Pimpinan OPD, dan jajaran pegawai Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tengah, Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku, Rakib Sahubawa memimpin langsung upacara itu menyampaikan pesan Menteri Agama.

Kata Sahubawa, tema upacara menegaskan bahwa kerukunan bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan sebuah energi kebangsaan.

Kerukunan adalah sinergi yang produktif, dimana perbedaan identitas, keyakinan, dan latar belakang sosial dirajut menjadi kekuatan kolaboratif untuk menggerakkan kemajuan bangsa.

‎Dalam catatan sejarahnya, kehadiran Kementerian Agama bukan semata lahir dari tuntutan sosiologis, melainkan merupakan kebutuhan nyata bangsa yang majemuk.

Republik ini tidak dibangun oleh satu golongan, melainkan oleh sinergi seluruh komponen bangsa sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga hari ini. 

‎"Para founding fathers Kementerian Agama meletakkan cita-cita besar agar lembaga ini berkontribusi nyata dalam membina kehidupan keagamaan yang damai, sekaligus membuka jalan selebar-lebarnya bagi terwujudnya masyarakat yang adil, rukun, dan sejahtera," ujar Sekda.

Baca juga: IKM Meningkat, Pemkot Ambon Raih Predikat Baik Layanan Publik

Baca juga: Jadwal Kapal Maluku: Sabtu-Minggu, 1 Kapal Siap Berlayar Rute Ambon-Namlea

‎Disampaikan, 80 tahun perjalanan ini menegaskan bahwa Kementerian Agama didirikan sebagai penjaga alar agama dalam bingkai kebangsaan. 

‎"Kini, peran tersebut semakin luas dan semakin krusial: meningkatkan kualitas pendidikan agama dan keagamaan, merawat kerukunan umat beragama y‎ang berlandaskan cinta kemanusiaan, memberdayakan ekonomi umat, serta memastikan agama hadir sebagai sumber solusi bagi persoalan angsa," tegasnya.

‎Dalam merespons tantangan zaman, perlu menengok kembali lembaran sejarah peradaban. Agama pernah menjadi sumber pencerahan dunia yang luar biasa. 

‎"Umat manusia menghadapi tantangan besar bernama Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Kita hidup di era VUCA - Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity— dimana perubahan berlangsung cepat, sulit diprediksi, kompleks, dan penuh ketidakpastian," tukasnya.


‎‎Di era ini, ia mengingatkan agar tidak boleh sekadar menjadi penonton, melainkan memiliki kedaulatan AI. 

‎"Jika dahulu para ulama dan cendekiawan mewarnai dunia melalui literasi dan keilmuan di pusat peradaban seperti Baitul Hikmah, maka hari ini ASN Kementerian gama harus mampu mewarnai substansi AI dengan onten keagamaan yang otoritatif, valid, moderat, sejuk, dan mencerahkan. Kita harus memastikan ahwa algoritma masa depan tidak hampa dari nilai- nilai ketuhanan dan kemanusiaan," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved