Malteng Hari Ini
Demplot TEKAD Berbuah Manis, Warga Gale-Gale Seram Utara Barat Panen 5 Ton Tomat
15 KPB Desa Gale-Gale berhasil panen 5 ton tomat dalam sepekan (27 Mei–3 Juni 2026).
Penulis: Silmi Sirati Suailo | Editor: Ode Alfin Risanto
Ringkasan Berita:
- 15 KPB Desa Gale-Gale berhasil panen 5 ton tomat dalam sepekan (27 Mei–3 Juni 2026).
- Program TEKAD melalui demplot tomat terbukti meningkatkan produktivitas dan pendapatan warga.
- Potensi usaha diperkirakan mencapai Rp60 juta dalam 5 bulan dengan pengelolaan yang baik.
Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
TRIBUNAMBON.COM-- Sebanyak 15 rumah tangga miskin yang tergabung dalam Kelompok Penerima Bantuan (KPB) Desa Gale-Gale, Kecamatan Seram Utara Barat, Kabupaten Maluku Tengah, berhasil memanen lima ton tomat.
Hasil panen tersebut dicapai dalam kurun waktu satu minggu, terhitung sejak 27 Mei hingga 3 Juni 2026.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata efektivitas Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ekonomi rumah tangga masyarakat desa melalui pengelolaan usaha yang terarah, terorganisir, dan berkelanjutan.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Ambon 4 Juni 2026: Sepanjang Hari Cerah Berawan
Baca juga: Kasus Video Asusila di Ambon, Penyidik Serahkan Tersangka Gilcans ke Kejaksaan
Ketua Kelompok Penerima Bantuan (KPB) Gale-Gale, Kadam Madi, mengatakan program TEKAD melalui bantuan dana stimulan Demonstrasi Plot (Demplot) budidaya tomat memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Program ini membuat kami lebih termotivasi mengelola lahan pertanian secara maksimal,” ujarnya.
Selain meningkatkan pendapatan keluarga, kegiatan ini juga memberikan pengetahuan baru terkait teknik budidaya yang baik, penggunaan sarana produksi secara efektif, serta pentingnya kerja sama dalam pengembangan usaha kelompok.
"Semoga program TEKAD dapat terus berlanjut karena dinilai mampu mendorong masyarakat miskin menjadi lebih mandiri, produktif, dan memiliki sumber penghasilan berkelanjutan,"harapnya.
Sementara itu, Fasilitator Kecamatan Seram Utara Barat Program TEKAD, Faudjan Said Mahulette, menjelaskan bahwa program demplot tomat merupakan langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat penerima manfaat.
Menurutnya, program ini tidak hanya memberikan bantuan usaha, tetapi juga pendampingan, pelatihan, serta penguatan kapasitas kelompok agar mampu mengelola usaha secara mandiri dan berkelanjutan.
“Budidaya tomat memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan karena permintaan pasar stabil dan masa panennya relatif cepat,” jelasnya.
Dengan pengelolaan yang baik, kerja sama kelompok yang solid, serta pemanfaatan bantuan secara optimal, usaha demplot tomat diperkirakan mampu menghasilkan pendapatan hingga sekitar Rp60 juta dalam waktu kurang lebih lima bulan.
Faudjan berharap kelompok penerima manfaat dapat terus menjaga semangat kebersamaan, disiplin dalam pengelolaan usaha, serta mengembangkan kegiatan produktif yang telah dibangun.
“Keberhasilan demplot ini diharapkan menjadi contoh dan motivasi bagi masyarakat lain dalam meningkatkan ekonomi keluarga dan kesejahteraan desa secara berkelanjutan,” pungkasnya.(*)
| Masyarakat Adat Maraina Tolak Penetapan Kawasan TN Manusela, DPRD Malteng Bakal Panggil Balai |
|
|---|
| Semi Final Soekarno Cup Zona III Bakal Berlangsung di Ambon, 4 Tim ini Berebut Juara |
|
|---|
| Fraksi Golkar DPRD Malteng Bakal Surati DPR RI Soal Dugaan Serobot Tanah Adat di Manusela-Maraina |
|
|---|
| Sampah Menumpuk di Belakang Pendopo Bupati, Warga Masohi Minta DLH Bertindak |
|
|---|
| Ketua DPRD Malteng Minta PPPK Paruh Waktu Tandatangani Kontrak Kerja Meski Dengan Perasaan Terluka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/KPB-Tekad.jpg)