Rabu, 15 April 2026

Demo di Ambon

Jalan Abdullah Soulissa Kota Masohi Diduduki Masa Aksi Demo 

‎Pantauan TribunAmbon.com di lokasi, sekira pukul 12.15 WIT salah satu ruas jalan tepat di depan Pasar Tingkat Binaiya Masohi diduduki puluhan

|
TribunAmbon.com/ Silmi Suailo
MASA AKSI - Masa Aksi demonstrasi AKURAT menduduki Jalan Abdullah Soulissa Kota Masohi, Maluku Tengah, Rabu ,(3/9/2025) 

‎Laporan Jurnalis Tribun Ambon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Ruas Jalan Abdullah Soulissa Kota Masohi, Maluku Tengah menjadi lokasi pertama yang diduduki masa aksi demonstrasi Aliansi Kekuasaan Rakyat (AKURAT), Rabu (3/9/2025).

‎Pantauan TribunAmbon.com di lokasi, sekira pukul 12.15 WIT salah satu ruas jalan tepat di depan Pasar Tingkat Binaiya Masohi diduduki puluhan demonstran. 

‎Atas kondisi tersebut, sejumlah personil kepolisian dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) dikerahkan untuk mengatur lalu lintas. 

‎Di sisi lain, orator masa aksi bergantian menyuarakan aspirasi yang disampaikan. 

‎Salah satu orator dari BEM Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Dr. Djar Wattiheluw, Jayanto Louhatu menyerukan persoalan yang terjadi di Kabupaten Maluku Tengah. 

‎Salah satu sorotan terkait masalah yang menyeret Masyarakat Adat Neger Haya.

Baca juga: Polisi Kecewa, 14 Saksi Kasus Pembakaran Hunuth Mangkir dari Panggilan

Baca juga: Kibarkan Bendera One Piece, Massa Aksi AKURAT di Masohi Mulai Kumpul tuk Demo

‎"Sebagai perwakilan masyarakat Negeri Haya saya perlu sampaikan bahwa hari ini ada perlakuan tak adil yang kami terima," tegasnya. 

‎Ia menilai ada perlakuan diskriminasi dari   pemerintah persoalan masalah ruang hidup yang coba dipertahankan masyarakat Negeri Haya.

‎"Masyarakat Negeri Haya dibenturkan dengan kepentingan kapitalis dan kepentingan sejumlah golongan," tukasnya.

‎Diberitakan sebelumnya, Masa Aksi  Aliansi Kekuasaan Rakyat (AKURAT) yang terdiri dari gabungan OKP, LSM, dan tiga Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari Universitas Dr. Djar Wattiheluw mulai berkumpul di depan Pasar Tingkat Binaiya, Masohi, Maluku Tengah, Rabu (3/9/2025) sekira pukul 11.07 WIT.

‎Pantaua Tribun Ambon.com di lokasi, aksi masa berkumpul dan mengenakan atribut organisasi.

‎Mereka juga membawa bendera masing-masing lembaga dan satu bendera one peace turut dikibarkan. 

‎Masa aksi ini tergabung dari Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Dr. Djar Wattiheluw, Liga Mahasiswa Untuk Demokrasi (LMND), BEM Fakultas Administrasi Negera, BEM Hukum, BEM SAINS dari Universitas Dr. Djar Wattiheluw, serta LSM Pemuda Peduli Rakyat (PAPERA).

‎Mereka menyuarakan sejumlah isu nasional dan isu lokal di Kabupaten bertajuk Bumi Pamahanu Nusa ini.

‎Sejumlah isu nasional yang disuarakan diantaranya : tolak kenaikan gaji dan tunjangan DPR, sahkan RUU perampasan aset, dan bebaskan seluruh peserta aksi yang ditahan di seluruh Indonesia 

‎Di sisi lain, masa aksi juga meminta menyelesaikan sejumlah persoalan di Maluku Tengah, diantaranya : persoalan di bidang kesehatan dan pendidikan, permasalahan Pasar Binaiya Masohi, Persoalan PT. Waragonda, dan meminta penyelesaian masalah masyarakat yang terdampak konflik horizontal. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved