Maluku Hari ini
Hilal Belum Tampak di Maluku, Ini Rincian Pengamatannya
Hasil rukyatul hilal di Maluku menunjukkan hilal belum memenuhi kriteria MABIMS dan tidak terlihat.
Penulis: Maula Pelu | Editor: Ode Alfin Risanto
Ringkasan Berita:
- Hasil rukyatul hilal di Maluku menunjukkan hilal belum memenuhi kriteria MABIMS dan tidak terlihat.
- Ketinggian dan elongasi hilal masih di bawah standar, ditambah cuaca berawan dan hujan.
- Penetapan 1 Syawal 1447 H menunggu hasil sidang isbat Kementerian Agama di Jakarta.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Beberapa jam proses rukyatul hilal dari wilayah Maluku, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (KaKanwil Kemenag) Provinsi Maluku, H. Yamin mengungkapkan bahwa posisi hilal saat pengamatan masih berada dibawah ambang batas yang ditentukan MABIMS.
Proses pemantauan hilal itu untuk penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah, berlangsung di Mesjid Cakmarussalam, Negeri Wakasihu, Kecamatan Leihitu Barat, Maluku Tengah, pada Kamis (19/3/2026).
Baca juga: Dendam Masa Lalu di Timika Diluapkan di Malra, Korban Dibacok Saat Tidur
Baca juga: Kongres GMKI 2027 di Ambon, Prima Surbakti Dorong Audit Independen dan Satgas Anti Money Politik
Dengan koordinat tempat ialah -3.76 LS dan 127.94 BT.
Pengamatan yang berlangsung hingga pukul 17.30 itu, Kakanwil Kemenag Maluku mengungkapkan bahwa hasilnya belum memenuhi kriteria imkanur rukyat yang telah disepakati negara anggota MABIMS (Brunei Darusalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).
Tercatat bahwa azimut matahari 269.467 derajat dan azimut bulan berapa pada angka 273.442 derajat.
Sementara keadaan hilal hakiki, berada pada angka 1,528 derajat.
Untuk hilal Mar’ie 4,26 derajat, lama hilal diatas ufuq 4,35 menit, dan letak posisi hilal berada pada Utara Bawah Matahari.
Hasil itulah menujukan masih dibawah kriteria MABIMS sebesar 3 derajat.
Saat pemantauan hilal, keadaan cuaca di sekitar tercatat berawan tebal dan hujan sedang.
“Ketinggian hilal tercatat sekitar 1,528 derajat, masih dibawah kriteria minimal MABIMS sebesar 3 derajat. Sementara alongasi batu mencapai 4,26 derajat, juga belum memenuhi syarat minimal 6,4 derajat. Dengan demikian hilal di Maluku belum terlihat,” ungkap H. Yamin.
Namun katanya bahwa hasil tersebut tidak dapat menentukan 1 Syawal nantinya.
Sebab hasil itu akan dilaporkan ke Kementerian Agama Republik Indonesia untuk menjadi bahan pertimbangan sidang isbat penentu awal ayat nanti di Jakarta malam ini.
Hal tersebut setelah dari berbagai wilayah di Indonesia melaporkan seluruh pemantauan hilal.
“Keputusannya kita menunggu hasil sidang isbat yang dilakukan oleh Kementrian Agama Republik Indonesia di Jakarta nanti sebentar malam untuk menentukan 1 syawal 1447 hijriah,” tutupnya. (*)
| Musrenbang RKPD SBT 2027 Digelar, Bupati Fachri Tekankan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal |
|
|---|
| Nelayan Saparua Hilang Jatuh dari Perahu, Pencarian Intensif Hari Kedua Belum Membuahkan Hasil |
|
|---|
| Dugaan Korupsi Mantan Kajari Aru, Kejati Maluku Periksa Dua Saksi Baru |
|
|---|
| Hendrik Lewerissa Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Belanda, Bidik Pendidikan hingga Ekspor |
|
|---|
| Saksi Baru Diperiksa, Kasus Dugaan Penipuan Tanah Libatkan Dosen Unpatti Makin Terang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/hilal-tak-tampak.jpg)