Kamis, 4 Juni 2026

Maluku Hari ini

Tarif Angkutan Udara dan Pangan Dorong Inflasi Ambon Tertinggi di Maluku

Maritje Pattiwaellapia menyatakan bahwa inflasi bulanan tersebut dipicu oleh lima komoditas utama.

Tayang:
Penulis: Maula Pelu | Editor: Ode Alfin Risanto
Istimewa/Istimewa
KOTA AMBON - Pelaksana hari (Plh) Sekda Maluku, Kasrul Selang, saat menangani perkembangan inflasi antar Kota di Maluku, dalam acara peluncuran berita resmi statistik Provinsi Maluku, berlangsung di Kantor Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku, jalan Wolter Monginsidi, Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Maluku, Senin (5/1/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Kota Ambon mengalami inflasi 0,85 persen secara bulanan (m-to-m) pada Desember 2025 dan 4,23 persen secara tahunan (y-on-y), menjadi yang tertinggi di Provinsi Maluku.
  • Inflasi dipicu oleh tarif angkutan udara serta kenaikan harga sejumlah komoditas pangan.
  • Pemerintah Provinsi Maluku mengaku terkejut meski telah melakukan berbagai upaya pengendalian inflasi.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kota Ambon mengalami inflasi 0,85 persen secara  Month to Month (m-to-m) pada Desember 2025 terhadap November 2025.

Sementara secara year on year (y-on-y) atau perbandingan tahunan, inflasi Kota Ambon capai 4,23 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,73.

Baca juga: Hanya 37 Kasus, DP3A Sebut TPKS 2025 Alami Penurunan

Baca juga: Terancam Kehilangan Rumah di Amahusu, Reymond: Apa Gunanya Sertipikat?

Kepala BPS Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia, dalam acara peluncuran Berita Resmi Statistik (BRS) di Januari 2026, menyatakan bahwa inflasi bulanan tersebut dipicu oleh lima komoditas utama.

“Inflasi m-to-m Kota Ambon sebesar 0,85 persen, didorong oleh kelima komoditas dengan andil terbesar berasal dari Tarif Angkutan Udara,” sebut Maritje.

Tarif angkutan udara menjadi penyumbang tertinggi inflasi bulanan dengan andil 0,27 persen.

Selain itu, kenaikan harga beberapa bahan pangan juga turut mempengaruhi laju inflasi.

Adapun lima komoditas utama pemicu inflasi m-to-m Desember 2025 di Kota Ambon, yakni ;

- Tarif Angkutan Udara : 0,27 persen
- Ikan Selar atau Kawalinya : 0,17 persen
- Bawang merah : 0,16 persen
- Cabai rawit : 0,13 persen
- Kangkung : 0,07 persen.

Sementara secara tahunan, (y-on-y), Desember 2025 terhadap Desember 2024, inflasi Kota Ambon mencapai 4,23 persen.

Komoditas dengan andil terbesar adalah emas perhiasan yang memberikan kontribusi 0,79 persen, jauh lebih tinggi dibanding komoditas lainnya.

Lima komoditas yang memiliki andil pemicu inflasi year on year di Kota Ambon antara lain ;

- Emas perhiasan (0,79 persen)
- Tarif Angkutan Udara (0,42 persen)
- Cabai rawit (0,18 persen)
- Ikan tongkol atau komu (0,17 persen)
- Ikan tuna atau tatihu (0,16 persen).

Maritje Pattiwaellapia, juga menyebutkan bahwa Inflasi Kota Ambon merupakan yang tertinggi di Provinsi Maluku, jika dibanding dengan dua daerah lain yang menjadi wilayah pemantau inflasi, yakni Kota Tual, dan Kabupaten Maluku Tengah.

Kabupaten Maluku Tengah, mencatat inflasi terendah sebesar 2,56 persen dengan IHK sebesar 109,46. Sedangkan Kota Tual sebesar 3,93 persen dengan IHK 110,82.

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved