Malteng Hari Ini
Harga Gula Merah di Saparua Melonjak Naik Jelang Nataru
Setelah masuk bulan Desember harga gula merah di Pulau Saparua melonjak naik dibandrol Rp. 38 ribu per buah.
Penulis: Novanda Halirat | Editor: Mesya Marasabessy
Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), harga gula merah di pasar tradisional Saparua, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, melonjak naik.
Sebelumnya harga gula merah sebulan lalu dibandrol dengan harga Rp. 25 ribu per buah.
Namun setelah masuk bulan Desember harga gula merah melonjak naik dibandrol Rp. 38 ribu per buah.
Lonjakan harga ini diketahui karena peningkatan peminat gula merah.
Baca juga: Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Bupati SBT Fokus Kejar Investasi
Baca juga: Akses Vital Jazirah Leihitu Terputus, Camat Klaim Koordinasi Berjalan
Pantuan TribunAmbon.com, Selasa (23/12/2025), terlihat sekitar empat pedagang sedang menjajakan gula merah di dalam keranjang.
Gula yang terbungkus dengan keresek putih ini sebanyak 12 buah didagangkan di area depan pasar.
Terlihat juga beberapa anak kecil yang duduk sembari menjajakan gula merah tersebut.
Tak hanya anak kecil, mama papalele (sebutan ibu-ibu di pasar) mengadangkan jualan mereka.
Seorang pedagang, Melda mengatakan bahwa kenaikan harga ini sudah sejak sebulan lalu.
Dirinya menduga, kenaikan ini disebabkan karena kurangnya pohon aren (Mayang) yang sudah mulai sedikit.
Hal ini menyebabkan produksi gula tradisional khas Saparua ini menjadi langkah.
Selain itu, kenaikan pembeli membuat pegadang harus menikah harga sari gula aren tersebut.
"Sekarang harga naik dari satu bulan lalu, mangkali (mungkin) itu karena pohon yang sudah tinggal sedikit dan adanya banyak pembeli di bulan ini," ujarnya kepada TribunAmbon.com.
Gula merah adalah bahan utama untuk membuat hidangan khas Maluku seperti sagu gula, talam sagu, wajik, dan sebagai bumbu rujak.
| Serah Terima Hibah Tanah Pelabuhan Feri Pa'a-Olong, Bupati Yakin Bawa Perubahan Besar |
|
|---|
| Belasan Anak Korban Kekerasan Seksual di Maluku Terima Beasiswa, LPAI Bangkitkan Harapan Masa Depan |
|
|---|
| Soal Batas Kawasan Hutan, Alhidayat Wajo Tegaskan BPKH Harus Libatkan Otoritas Lokal |
|
|---|
| Hadiri Waisak di Namto, Bupati Malteng Ajak Warga Perkuat Toleransi dan Persaudaraan |
|
|---|
| Lahan Diserobot dan Dirusaki, Kelompok Demplot Sepa Tuntut Ganti Rugi Rp 250 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/hjnbdtyhmytdrghm.jpg)