Demo di Ambon
Sesama Pendemo di Kota Ambon Saling Serang di Gedung DPRD Maluku
Isu yang memantik bara bukanlah soal tuntutan mereka terhadap kebijakan negara, melainkan soal integritas.
Penulis: Maula Pelu | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Dua kelompok mahasiswa di Kota Ambon malah terlibat saling serang saat menyampaikan aspirasi di Gedung DPRD Provinsi Maluku, Senin (1/9/2025).
Berawal dari saling ejek, tersulut emosi hingga saling lempar menggunakan botol hingga batu.
Adalah Aliansi Rakyat Maluku dan Kelompok OKP Cipayung plus.
Isu yang memantik bara bukanlah soal tuntutan mereka terhadap kebijakan negara, melainkan soal integritas.
Cipayung plus dituding menerima ‘amplop’ berisi Rp. 250 ribu per orang, usai menghadiri doa lintas agama yang digelar oleh Polda Maluku, Sabtu (30/8/2025) di markasnya, Tantui, Kota Ambon.
Baca juga: Aksi Protes di SBT: Warga Adat Tuntut Perlindungan Hak Ulayat dan Hentikan Kriminalisasi
Baca juga: Pemda Maluku Tengah Rencana Bangun Gudang Bulog di Kota Masohi
Hal ini memicu spekulasi bahwa langkah ini adalah upaya untuk meredam rencana demonstrasi yang akan digelar pada Senin, 1 September 2025 hari ini.
Diketahui, aksi yang berlangsung di ambon ini merupakan bagian dari gelombang protes yang bergulir secara serentak di berbagai kota di Indonesia.
Semua berawal dari satu keresahan yang sama, ketidakadilan.
Peristiwa dimulai dari aksi demonstrasi 25 Agustus 2025 menolak gaji dan tunjangan anggota DPR, lalu demo 28 Agustus 2025 tuntutan hak buruh, dan demo 29 Agustus 2025 bergeser ke tuntutan keadilan atas Affan dengan elemen reformasi Polri.
Di Kota Ambon ini, para pendemo melakukan aksi demonstrasi di Polda Maluku dan berakhir di Kantor DPRD Provinsi Maluku. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/demo-Lempar.jpg)