Katong Pung Orang
Bripda Arni, Polwan Berprestasi Raih 15 Medali Lomba Dayung Tingkat Nasional hingga Internasional
Nama Bripda Arni kian bersinar, bukan hanya sebagai anggota Polri, tetapi juga sebagai atlet dayung berprestasi yang sukses
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
Ringkasan Berita:
- Bripda Arni Silva Pattipeiluhu, Polwan berprestasi Polda Maluku.
- Peraih 15 Medali Lomba Dayung Tingkat Nasional hingga Internasional.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - “Jangan pernah berhenti bermimpi, selagi ada kesempatan maka ada peluang untuk meraih kesuksesan,” ujar Bripda Arni Silva Pattipeiluhu saat diwawancarai TribunAmbon.com, Rabu (7/1/2026).
Nama Bripda Arni kian bersinar, bukan hanya sebagai anggota Polri, tetapi juga sebagai atlet dayung berprestasi yang sukses mengharumkan nama Indonesia, Maluku, dan institusi Polri di berbagai ajang olahraga nasional hingga internasional.
Polisi muda kelahiran Ambon, 11 Januari 2004 ini, tercatat telah mengoleksi 15 medali dari berbagai kejuaraan bergengsi.
“Saya tidak pernah membayangkan bisa jadi polisi sekaligus atlet nasional. Semua ini proses panjang, tidak instan,” ungkap Arni.
Arni merupakan lulusan SD Negeri 11 Ambon, SMP Negeri 4 Ambon, dan SMA Negeri 2 Ambon.
Ia menamatkan pendidikan SMA pada 2021, tahun yang sama saat ia mencetak prestasi besar di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021.
Pada ajang olahraga nasional terbesar di Indonesia tersebut, Arni sukses menyumbangkan dua medali perak dan satu medali perunggu pada cabang olahraga dayung rowing.
Prestasi itu pula yang mengantarkannya lolos seleksi Bintara Polri jalur prestasi, kuota khusus yang saat itu dibuka oleh Kapolri.
Baca juga: Kado Akhir Tahun 2025, 1.031 Anggota Polisi di Maluku Naik Pangkat
Awal Mula Menjadi Atlet Dayung
Perjalanan Arni di dunia dayung dimulai sejak 2017, saat ia masih duduk di bangku kelas III SMP.
Seorang tetangganya yang akrab disapa Om Co, petugas asrama PPLP Karang Panjang, melihat potensi Arni dan mengusulkan namanya kepada pelatih PPLP.
Pelatih dayung Cores Sahupalla kemudian datang langsung ke rumah Arni dan menawarkan kesempatan bergabung sebagai atlet dayung.
Tawaran itu awalnya membuat Arni ragu.
“Saya bisa mendayung perahu kalau pulang kampung ke Desa Tuhaha atau ke Desa Hatu, kampung mama saya. Tapi kalau sebagai atlet, belum pernah sama sekali. Bahkan waktu itu saya lebih tertarik olahraga bulu tangkis,” kenangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Atlet-Ami.jpg)