Jumat, 12 Juni 2026

Maluku Hari ini

Neraca Perdagangan Maluku Masih Tertekan, Defisit Capai USD 266,16 Juta Hingga November2025

Sepanjang Januari hingga November 2025, neraca perdagangan Maluku mengalami defisit US$266,16 juta. 

Tayang:
Penulis: Maula Pelu | Editor: Ode Alfin Risanto
Istimewa/Istimewa
NERACA PERDAGANGAN - Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku merilis perkembangan neraca perdagangan Maluku sejak Januari hingga November 2025 dan perbandingannya pada tahun sebelumnya, dirilis pda 5 Januari 2026 di Ambon. 

Ringkasan Berita:
  • Neraca perdagangan Maluku masih defisit sepanjang Januari–November 2025 sebesar US$266,16 juta, terutama akibat defisit sektor migas.
  • Tekanan terjadi baik dari sisi nilai maupun volume, dengan defisit volume perdagangan Januari–November 2025 mencapai 450,80 ribu ton.
  • Ketergantungan impor migas masih tinggi, terlihat dari besarnya impor migas dibanding ekspornya.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Maluku masih mencatat kinerja neraca perdagangan yang belum menggembirakan. 

Sepanjang Januari hingga November 2025, neraca perdagangan Maluku mengalami defisit US$266,16 juta. 

Baca juga: Pantai Gumumae Andalan, Dispar SBT Bidik PAD Rp.150 Juta

Baca juga: Belum Ada Kasus di Ambon, Dinkes, Minta Warga Tetap Waspadai Virus Super Flu.

Kondisi ini terutama dipicu oleh masih besarnya defisit pada sektor minyak dan gas (migas). 

Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku pada 5 Januari 2026, sektor non migas justru mencatat surplus US$35,31, namun belum mampu menutup defisit sektor migas yang mencapai US$301,47 juta. 

Tekanan serupa juga terjadi pada November 2025, ketika neraca perdagangan Maluku mengalami defisit US$25,14 juta. 

Defisit bulanan ini terbentuk dari  sektor migas yang mengalami defisit US$29,73 juta dan sektor nonmigas tercatat surplus US$4,59 juta.

Tak hanya dari sisi nilai, neraca perdagangan Maluku juga tertekan dari sisi volume. 

Selama Januari–November 2025, Maluku mengalami defisit volume perdagangan sebesar 450,80 ribu ton. 

Defisit ini berasal dari sektor migas yang minus 454,41 ribu ton, meski sekor non migas masih mencatat surplus 3,61 ribu ton. 

Pada November 2025, defisit volume perdagangan tercatat sebesar 47,36 ribu ton. 

Kali ini defisit berasal dari sektor migas sebesar migas sebesar 45,52 ribu ton dan sektor nonmigas yang juga mengalami defisit 1,84 ribu ton.

Jika dibandingkan periode sebelumnya, kondisi ini bukanlah hal baru. 

Sejak Januari hingga Desember 2024, Maluku juga tercatat mengalami defisit sebesar US$ 398,34 juta. 

“Setiap bulan di sepanjang 2024, Maluku selalu
mengalami defisit, dan yang terdalam terjadi di Juli 2024 yang mencapai US$ 68,37 juta,” ungkap Kepala BPS Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia, dalam rilis peluncuran Berita Resmi Statistik (BRS) pada 5 Januari 2026.

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved