Belum Ada Kasus di Ambon, Dinkes, Minta Warga Tetap Waspadai Virus Super Flu.
Gejala virus ini hampir mirip dengan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang merebak beberapa tahun lalu.
Penulis: Novanda Halirat | Editor: Ode Alfin Risanto
Ringkasan Berita:
- Dinkes Kota Ambon mengimbau masyarakat waspada super flu, varian baru influenza yang gejalanya mirip Covid-19.
- Hingga saat ini belum ada laporan kasus super flu di Ambon, meski penyakit tersebut telah terdeteksi di Indonesia dan menyebar di sejumlah provinsi.
- Masyarakat diminta mengenali gejala dan segera memeriksakan diri, terutama jika keluhan tidak membaik berhari-hari.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Menyikapi beredarnya penyakit varian baru virus influenza yakni Super flu yang telah masuk ke Indonesia, Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Johan Stefanus Norimarna, mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan.
Menurutnya, gejala virus ini hampir mirip dengan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang merebak beberapa tahun lalu.
Oleh karena itu, masyarakat diminta melakukan langkah-langkah pencegahan, seperti menjaga kebersihan diri dan lingkungan, rutin memeriksakan kesehatan, serta meningkatkan daya tahan tubuh
Baca juga: Lahan 5,7 Hektar di Hollo Maluku Tengah Resmi Dibangun Sekolah Rakyat Permanen
Baca juga: Tahun Anggaran 2026, Polres Buru Bekali Jajaran Pemahaman DIPA dan RKA-KL
Meski begitu, Johan memastikan bahwa sampai saat ini penyebaran virus super flu belum ada laporannya di Kota Ambon.
"Sampai saat ini kami belum mendapatkan informasi tentang itu," ujarnya kepada TribunAmbon.com, Rabu (7/1/2025).
Sebagai informasi, penemuan kasus super flu pertama kali terdeteksi masuk ke Indonesia pada Agustus 2025 dan kini telah menyebar di delapan provinsi.
Tiga wilayah dengan jumlah kasus terbanyak meliputi Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
Saat ini mayoritas mudah terserang terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak-anak.
Simak gejala super flu yang perlu di waspadai seperti : Demam tinggi, batuk kering yang tak kunjung sembuh, sakit kepala, pilek, nyeri otot dan pegal-pegal, menggigil, tubuh terasa sangat lelah, nafsu makan menurun, mata terasa nyeri, berair, atau lebih sensitif terhadap cahaya.
Selain itu perlu diwaspadai, apabila gejala tidak membaik atau justru semakin parah selama lebih dari 7–10 hari.
Selanjutnya diharapkan melakukan pemeriksaan kesehatan di puskesmas atau rumah sakit terdekat. (*)
Halyudin berita
Dinas Pariwisata Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menargetkan PAD pariwisata Rp. 150 juta pada 2026.
Pantai Gumumae menjadi destinasi unggulan yang diandalkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan pendapatan daerah.
Upaya pengembangan dan promosi pariwisata terus dilakukan guna mengoptimalkan potensi destinasi unggulan di SBT.
| Angka HIV-AIDS Sepanjang 2025 di Kota Ambon 264 Kasus, Turun Dibandingkan Dua Tahun Terakhir |
|
|---|
| Capai Seribu Kasus, Dinkes Ambon Diminta Proaktif Sosialisasi Bahaya Rabies |
|
|---|
| Dinkes Luncurkan Integrasi Layanan Primer Tepat di Hari Kesehatan Nasional |
|
|---|
| Kemenkes Serahkan 14 Unit Motor tuk Mobilisasi Puskesmas Keliling di Ambon |
|
|---|
| Dinkes Ambon Gelar Sosialisasi PIN Polio: Simak Waktu Pelaksanaannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Dinkes-Johan.jpg)