SBT Hari Ini
Pantai Gumumae Andalan, Dispar SBT Bidik PAD Rp.150 Juta
Pencapaian ini seluruhnya bersumber dari Pantai Gumumae di Kota Bula yang saat ini menjadi andalan utama pendapatan pariwisata daerah.
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Ode Alfin Risanto
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Dinas Pariwisata Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) optimistis target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi pariwisata tahun 2026 sebesar Rp. 150 juta dapat tercapai.
Baca juga: Belum Ada Kasus di Ambon, Dinkes, Minta Warga Tetap Waspadai Virus Super Flu.
Baca juga: Lahan 5,7 Hektar di Hollo Maluku Tengah Resmi Dibangun Sekolah Rakyat Permanen
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata SBT, Abdul Gafar Rumanama, mengatakan keyakinan tersebut didasarkan pada capaian pendapatan tahun sebelumnya yang melampaui target, meski baru bersumber dari satu objek wisata.
“Target kita di tahun 2026 itu Rp.150 juta dari sektor retribusi pariwisata. Saya optimis, insya Allah pasti tercapai,” ujarnya saat diwawancarai TribunAmbon.com di kantornya, Rabu (7/1/2026).
Ia menjelaskan, pada tahun 2025 lalu, Dispar SBT hanya dibebani target PAD sebesar Rp. 100 juta.
Namun realisasinya justru melampaui ekspektasi.
“Tahun 2025 target kita Rp.100 juta, Alhamdulillah realisasinya mencapai 95 persen. Itu sekitar Rp. 95 juta lebih,” jelasnya.
Menurut Gafar, capaian tersebut seluruhnya bersumber dari Pantai Gumumae di Kota Bula yang saat ini menjadi andalan utama pendapatan pariwisata daerah.
“Sampai hari ini yang menjadi objek pendapatan itu baru Pantai Gumumae, dan itu pun baru dari retribusi karcis masuk,” katanya.
Padahal, lanjut dia, berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pajak dan Retribusi Daerah yang ditetapkan pada tahun 2024, seluruh fasilitas wisata pada prinsipnya dapat dikenakan retribusi.
“Kalau merujuk pada perda, semua fasilitas itu serba bayar. Orang masuk bayar, parkir bayar, wahana ke depan juga dibayar,” ungkapnya.
Meski demikian, pihaknya belum memberlakukan penarikan retribusi tambahan karena masih memprioritaskan peningkatan pelayanan dan perbaikan fasilitas di kawasan wisata tersebut.
“Retribusi itu harus ada pelayanan dulu. Kalau fasilitas belum layak, kita belum berani memungut,” tegas Gafar.
Ia menilai, dengan potensi objek wisata yang dimiliki Kabupaten SBT, peluang peningkatan PAD dari sektor pariwisata ke depan masih sangat terbuka, terlebih jika pengelolaan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.(*)
| Angkat Identitas Daerah, PDI Perjuangan SBT Dorong Makanan Khas Sagu Dipatenkan |
|
|---|
| Peringati Hari Kartini, PDI Perjuangan SBT Dorong Hilirisasi Sagu Lewat Lomba Gulung Pepeda |
|
|---|
| SBT Dapat 200 Unit BSPS, Pemda Diminta Aktif Usulkan Data Warga |
|
|---|
| Program BSPS di Negeri Hote SBT Ditolak Kades, Tim Pendamping Pilih Alihkan ke Desa Lain |
|
|---|
| Efisiensi Rp117 Miliar, Bupati SBT Akui Banyak Program Pembangunan Tertunda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Pantai-Gumemea-laik.jpg)