Maluku Hari ini
Bantah Versi Basarnas: Farhan Kelian Tegaskan Rombongan Turun Sendiri dari Gunung Simalopu
Pendaki Gunung Simalopu, Farhan Kelian, membantah informasi bahwa 13 pendaki tersesat atau terjebak saat pendakian di Maluku Tengah.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Ode Alfin Risanto
Ringkasan Berita:
- Pendaki Gunung Simalopu, Farhan Kelian, membantah informasi bahwa 13 pendaki tersesat atau terjebak saat pendakian di Maluku Tengah.
- Insiden hanya melibatkan dua pendaki yang mengalami hipotermia dan satu pendaki sakit kaki, sementara seluruh rombongan tetap mengetahui jalur turun dan bergerak secara mandiri.
- Tim Basarnas bertemu rombongan saat mereka sudah berada di sekitar Pos 2, memberikan pemeriksaan medis, lalu mengawal pendaki hingga tiba dengan selamat di Pos 1.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Salah seorang pendaki Gunung Simalopu, Kabupaten Maluku Tengah, Farhan Kelian (23), membantah sejumlah informasi yang beredar terkait operasi penyelamatan 13 pendaki oleh Basarnas Ambon.
Mahasiswa yang ikut dalam rombongan pendakian tersebut menegaskan bahwa kelompok mereka tidak pernah terjebak maupun tersesat di gunung sebagaimana diberitakan sebelumnya.
Menurut Farhan, kondisi darurat yang terjadi saat pendakian hanya melibatkan dua orang pendaki yang mengalami gejala hipotermia serta satu orang yang mengalami sakit pada kaki, namun tidak sampai mengalami cedera serius.
"Jadi kesimpulannya, kami tidak tersesat atau terjebak. Bukan juga 13 orang mengalami hipotermia seperti yang dipahami masyarakat. Hanya dua orang yang mengalami hipotermia dan satu orang sakit kaki," kata Farhan dalam klarifikasinya, Selasa (9/6/2026).
Baca juga: Jelang Musda KNPI Malra, 10 Bakal Calon Resmi Ambil Formulir Pendaftaran
Baca juga: Putusan PTUN Belum Dijalankan, Reno Rehatta Harap Wali Kota Tuntaskan Sengketa Raja Negeri Soya
Farhan menjelaskan, rombongan berjumlah 22 orang memulai pendakian dari Pos 1 yang berada di kawasan Tulehu pada Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIT setelah tiba menggunakan sepeda motor.
Malam pertama pendakian berlangsung normal tanpa ada gangguan kesehatan.
Namun pada Minggu dini hari, cuaca di kawasan Puncak Ewang berubah ekstrem dengan hujan, angin kencang dan kabut tebal yang membasahi tenda para pendaki.
Setelah cuaca membaik, rombongan membagi diri menjadi dua kelompok untuk melanjutkan perjalanan menuju Puncak Simalopu.
Dalam perjalanan, salah satu anggota kelompok kedua mengalami sakit pada kakinya sehingga tidak dapat melanjutkan pendakian.
Rombongan kemudian kembali membagi kelompok untuk menyesuaikan kondisi di lapangan.
Farhan mengatakan kelompok pertama berhasil mencapai puncak dan kembali ke camp dengan selamat.
Sementara kelompok kedua sempat menghadapi situasi ketika seorang pendaki mengalami gejala hipotermia saat perjalanan turun.
Korban pertama langsung ditangani oleh rekan-rekannya hingga kondisinya membaik.
Namun tidak lama kemudian, seorang pendaki lainnya juga mengalami hipotermia saat berada di kawasan Puncak Sipil.
| PSN dan Sektor Maritim Jadi Fokus Kunjungan Wamendagri ke Maluku, Pempus Siap Dampingi Penuh |
|
|---|
| Nimbrod Soplanit Somasi PN Ambon, Soroti Dugaan Manipulasi Data SIPP dan Perubahan Status Eksekusi |
|
|---|
| Oknum Leasing di Ambon Diduga Gelapkan Mobil Nasabah, Kuasa Hukum Desak Polisi Tetapkan Tersangka |
|
|---|
| Dugaan Korupsi Dana Desa dan ADD Hatunuru Taniwel Timur, Jaksa Segera Ungkap Aktor Utama |
|
|---|
| Kasus Korupsi DD dan ADD Lokki Masuki Babak Baru, Penetapan Tersangka Tinggal Menunggu Waktu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/GUNUNG-SIMALOPU23.jpg)