Kamis, 11 Juni 2026

Maluku Hari ini

Bantah Versi Basarnas: Farhan Kelian Tegaskan Rombongan Turun Sendiri dari Gunung Simalopu

Pendaki Gunung Simalopu, Farhan Kelian, membantah informasi bahwa 13 pendaki tersesat atau terjebak saat pendakian di Maluku Tengah.

Tayang:
Istimewa/ISTIMEWEA
13 PENDAKI-Pendaki Gunung Simalopu saat berada di jalur pendakian. Salah satu anggota rombongan membantah kabar bahwa 13 pendaki tersesat atau terjebak, dan menegaskan hanya dua orang mengalami hipotermia serta satu orang mengalami sakit kaki. 

"Korban langsung mendapat pertolongan pertama. Bahkan ada empat pendaki dari rombongan lain yang kebetulan melintas dan ikut membantu proses penanganan," jelasnya.

Setelah kondisi kedua pendaki membaik, seluruh rombongan kembali ke camp. 

Namun salah satu korban kembali mengalami hipotermia ketika cuaca buruk kembali melanda kawasan Puncak Ewang.

Karena kondisi tersebut belum membaik hingga malam hari, rombongan kemudian menghubungi layanan darurat 112 untuk meminta bantuan agar dapat tersambung dengan Basarnas Ambon.

Farhan mengungkapkan koordinasi dengan Basarnas dilakukan sekitar pukul 20.12 WIT. 

Sambil menunggu bantuan, sebagian pendaki memilih turun lebih dulu sehingga tersisa 13 orang yang tetap mendampingi korban.

Namun karena kondisi korban mulai stabil dan cuaca semakin memburuk, rombongan memutuskan turun secara mandiri dari camp menuju Pos 1.

"Kami turun sendiri karena kondisi teman yang mengalami hipotermia sudah membaik dan cuaca tidak memungkinkan bertahan lebih lama di puncak," ujarnya.

Dalam perjalanan turun, rombongan kembali terbagi menjadi dua kelompok. 

Kelompok pertama berjumlah delapan orang, sedangkan kelompok kedua berjumlah lima orang yang mendampingi pendaki yang mengalami sakit kaki dan gejala asma.

Menurut Farhan, pertemuan dengan tim Basarnas baru terjadi saat rombongan sudah berada di sekitar Pos 2.

Di lokasi itu, tim SAR memberikan pemeriksaan medis terhadap dua pendaki yang sebelumnya mengalami hipotermia serta penanganan kepada pendaki yang mengalami sakit kaki dan asma.

Setelah itu seluruh rombongan dikawal menuju Pos 1 sebelum dua pendaki dibawa ke RSUD Tulehu untuk pemeriksaan kesehatan.

"Hanya pemeriksaan medis seperti tensi dan pengecekan suhu tubuh. Tidak ada yang dirawat di rumah sakit karena dokter menyatakan kondisi teman-teman kami baik dan diizinkan pulang," katanya.

Farhan juga membantah sejumlah poin yang disebutkan dalam pemberitaan sebelumnya.

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved