Pattimura Day
Jelang Pattimura Day, Benteng Duurstede Dibersihkan Siap Sambut Ribuan Pengunjung
Pembersihan Benteng Duurstede di Saparua dilakukan jelang Hari Pattimura ke-209 untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan menarik bagi pengunjung.
Penulis: Novanda Halirat | Editor: Ode Alfin Risanto
Ringkasan Berita:
- Pembersihan Benteng Duurstede di Saparua dilakukan jelang Hari Pattimura ke-209 untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan menarik bagi pengunjung.
- Kegiatan mencakup pemotongan rumput, pengecatan, hingga perbaikan fasilitas, dengan mempertimbangkan faktor cuaca.
- Benteng bersejarah ini menjadi simbol perjuangan rakyat Maluku di bawah pimpinan Thomas Matulessy melawan kolonial Belanda.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Menjelang peringatan Hari Pattimura ke-209, kawasan Benteng Duurstede di Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, mulai dibersihkan untuk menyambut perayaan tersebut.
Pembersihan dilakukan tidak hanya sebagai kegiatan rutin, tetapi juga untuk menciptakan suasana yang bersih dan menarik bagi para pengunjung.
Pantauan TribunAmbon.com, Senin (4/5/2026), menunjukkan aktivitas pemotongan rumput serta penataan lingkungan di dalam dan sekitar benteng. Dinding benteng yang dicat putih turut menambah kesan rapi dan indah.
Baca juga: Uang dan Relasi Jadi Kunci, 5 Zodiak Ini Panen Keberuntungan Hari Ini
Baca juga: Literasi Dikuatkan, Sekolah di Telutih Malteng Disambangi Perpustakaan Keliling
Proses pembersihan mencakup area dalam benteng hingga bagian luar, termasuk gedung Diorama.
Sebanyak lima pekerja dikerahkan dengan bantuan empat mesin pemotong rumput untuk mempercepat pekerjaan.
Salah seorang pekerja, Ridwan Patty, menjelaskan bahwa pembersihan biasanya dilakukan setiap tiga bulan.
Namun, khusus menjelang Hari Pattimura, pemangkasan rumput dilakukan lebih awal, yakni sekitar satu minggu sebelum perayaan.
“Pembersihan ini untuk menyongsong Hari Pattimura. Selain potong rumput, kami juga memperbaiki bagian bangunan seperti atap dan plafon yang rusak, biasanya berkoordinasi dengan BPK Wilayah XX sebagai penanggung jawab,” ujarnya.
Ia menambahkan, faktor cuaca menjadi pertimbangan utama dalam menentukan waktu pembersihan.
Kondisi hujan yang tidak menentu membuat pekerjaan harus dilakukan saat cuaca cerah agar hasilnya maksimal.
“Karena cuaca sulit diprediksi, kami mulai lebih awal supaya pekerjaan bisa selesai dengan baik,” katanya.
Pembersihan serupa juga rutin dilakukan menjelang hari besar lainnya seperti Natal dan Lebaran.
Hal ini bertujuan menjaga kondisi lingkungan tetap rapi sekaligus mendukung pertumbuhan rumput yang lebih merata.
Ridwan juga berharap para pengunjung dapat ikut menjaga kebersihan dan kelestarian benteng dengan tidak membuang sampah sembarangan serta tidak merusak bangunan bersejarah tersebut.
| Jadwal KM Kelud 5 - 22 Mei 2026: Rute Belawan, Batam, Jakarta |
|
|---|
| Aniaya Lansia, Oknum Brimob Divonis 5 Bulan Penjara, Keluarga Korban Kecewa |
|
|---|
| Kejati Maluku Dalami Dugaan Korupsi Proyek Jalan Rp. 14,46 Miliar di Buru, 3 Saksi Swasta Mangkir |
|
|---|
| Pemkab SBT Ungkap Polemik BSPS di Negeri Hote, Ini Penyebabnya |
|
|---|
| Perkembangan Inflasi Maluku Yoy April 2026 Tren Kenaikan, Capaian 3,13 Persen IHK 107,89 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/pattimura-209.jpg)