Selasa, 21 April 2026

SBT Hari Ini

Sampah Menggunung di Pasar Bongkar Bula, Warga Soroti Minimnya Penanganan Pemkab SBT

Tumpukan sampah menggunung di kawasan Pasar Bongkar, Kota Bula, mengganggu kenyamanan, lalu lintas, dan aktivitas ekonomi warga.

Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Ode Alfin Risanto
TribunAmbon.com/Haliyudin Ulima
SAMPAH - Tumpukan sampah rumah tangga dan sisa dagangan pasar menggunung di tepi jalan kawasan Pasar Bongkar, Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Senin (23/2/2026). Kondisi tersebut mengganggu lalu lintas dan menimbulkan bau tak sedap, sehingga dikeluhkan warga sekitar. 

Ringkasan Berita:
  • Tumpukan sampah menggunung di kawasan Pasar Bongkar, Kota Bula, mengganggu kenyamanan, lalu lintas, dan aktivitas ekonomi warga.
  • Sampah yang tidak terangkut rutin menimbulkan bau tak sedap, menarik hewan, dan berpotensi memicu penyakit berbasis lingkungan.
  • Warga mendesak Pemkab SBT segera mengambil langkah konkret menangani persoalan kebersihan di pusat kota.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Tumpukan sampah terlihat menggunung di kawasan Pasar Bongkar, Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Senin (23/2/2026).

Pantauan TribunAmbon.com, sampah rumah tangga dan sisa dagangan pasar berserakan di tepi jalan tanpa penanganan. 

Kantong plastik, kardus bekas hingga botol minuman tampak menumpuk dan meluber ke badan jalan.

Baca juga: Saksi Korban Diperiksa 3 Jam, Sidang Etik Bripda Mesias Break 20 Menit

Baca juga: Maraton, Sidang Etik Bripda Masias Siahaya, Polda Maluku Pastikan Hasil Diumumkan Hari Ini

Kondisi ini menimbulkan bau tak sedap dan mengganggu aktivitas warga. 

Ironisnya, kawasan tersebut merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat Kota Bula yang setiap hari dipadati kendaraan roda dua dan roda empat.

Tak hanya mengganggu kenyamanan, tumpukan sampah juga berdampak pada arus lalu lintas. 

Sebagian sampah terlihat mendekati badan jalan sehingga pengendara harus memperlambat laju kendaraan untuk menghindarinya. 

Warga menilai kondisi ini berpotensi membahayakan, terutama pada malam hari saat pencahayaan terbatas.

Selain itu, sampah organik dan anorganik yang bercampur menimbulkan kekhawatiran baru. 

Bau menyengat tercium terutama saat cuaca panas. 

Sejumlah hewan ternak bahkan terlihat mengais sisa makanan di lokasi tersebut.

Warga khawatir kondisi ini dapat memicu munculnya lalat, tikus, hingga penyakit berbasis lingkungan. 

“Sudah beberapa hari begini. Tidak langsung diangkut. Biasanya kalau menumpuk baru diambil. Kalau dibiarkan terus, takutnya jadi sumber penyakit. Anak-anak juga sering lewat sini,” ujar Bapak Sudir (41) salah satu warga sekitar. 

Warga menilai pengangkutan sampah tidak dilakukan secara rutin. 

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved