SBT Hari Ini
Sampah Menggunung di Pasar Bongkar Bula, Warga Soroti Minimnya Penanganan Pemkab SBT
Tumpukan sampah menggunung di kawasan Pasar Bongkar, Kota Bula, mengganggu kenyamanan, lalu lintas, dan aktivitas ekonomi warga.
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Ode Alfin Risanto
Ringkasan Berita:
- Tumpukan sampah menggunung di kawasan Pasar Bongkar, Kota Bula, mengganggu kenyamanan, lalu lintas, dan aktivitas ekonomi warga.
- Sampah yang tidak terangkut rutin menimbulkan bau tak sedap, menarik hewan, dan berpotensi memicu penyakit berbasis lingkungan.
- Warga mendesak Pemkab SBT segera mengambil langkah konkret menangani persoalan kebersihan di pusat kota.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Tumpukan sampah terlihat menggunung di kawasan Pasar Bongkar, Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Senin (23/2/2026).
Pantauan TribunAmbon.com, sampah rumah tangga dan sisa dagangan pasar berserakan di tepi jalan tanpa penanganan.
Kantong plastik, kardus bekas hingga botol minuman tampak menumpuk dan meluber ke badan jalan.
Baca juga: Saksi Korban Diperiksa 3 Jam, Sidang Etik Bripda Mesias Break 20 Menit
Baca juga: Maraton, Sidang Etik Bripda Masias Siahaya, Polda Maluku Pastikan Hasil Diumumkan Hari Ini
Kondisi ini menimbulkan bau tak sedap dan mengganggu aktivitas warga.
Ironisnya, kawasan tersebut merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat Kota Bula yang setiap hari dipadati kendaraan roda dua dan roda empat.
Tak hanya mengganggu kenyamanan, tumpukan sampah juga berdampak pada arus lalu lintas.
Sebagian sampah terlihat mendekati badan jalan sehingga pengendara harus memperlambat laju kendaraan untuk menghindarinya.
Warga menilai kondisi ini berpotensi membahayakan, terutama pada malam hari saat pencahayaan terbatas.
Selain itu, sampah organik dan anorganik yang bercampur menimbulkan kekhawatiran baru.
Bau menyengat tercium terutama saat cuaca panas.
Sejumlah hewan ternak bahkan terlihat mengais sisa makanan di lokasi tersebut.
Warga khawatir kondisi ini dapat memicu munculnya lalat, tikus, hingga penyakit berbasis lingkungan.
“Sudah beberapa hari begini. Tidak langsung diangkut. Biasanya kalau menumpuk baru diambil. Kalau dibiarkan terus, takutnya jadi sumber penyakit. Anak-anak juga sering lewat sini,” ujar Bapak Sudir (41) salah satu warga sekitar.
Warga menilai pengangkutan sampah tidak dilakukan secara rutin.
| Tahap Akhir Penjaringan Ketua Golkar SBT: Tiga Kandidat Lanjut, Satu Mengundurkan Diri |
|
|---|
| Agil Rumakat Kembalikan Formulir, Klaim Dukungan Mayoritas Pimpinan DPD Golkar SBT |
|
|---|
| Menteri Bahlil Beri Deadline 1 Minggu ke SKK Migas Selesaikan Gaji 94 Karyawan PT Karlez |
|
|---|
| Menteri Bahlil Soroti Tunggakan Gaji 94 Karyawan PT Karlez di Forum Nasional DPRD |
|
|---|
| 3.000 Tenaga Kerja SBT ke Luar Daerah, Perekrutan Tak Resmi Disorot |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/sa-pah-lai-menggunung.jpg)