Kamis, 4 Juni 2026

SBT Hari Ini

Gedung Baru RSUD Bula Belum Dimanfaatkan, Terkendala Selasar Penghubung

Direktur RSUD Bula, dr. Deny Suryana, menyebut kendala utama terletak pada belum tersedianya selasar penghubung menuju bangunan tersebut.

Tayang:
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/Haliyudin Ulima
RSUD BULA - Rapat evaluasi bersama Komisi III DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur, Kamis (4/6/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Gedung baru milik RSUD Bula Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) hingga kini belum dapat dimanfaatkan maksimal.
  • Padahal, gedung telah selesai dibangun dan memiliki fasilitas memadai.
  • Direktur RSUD Bula, dr. Deny Suryana, menyebut kendala utama terletak pada belum tersedianya selasar penghubung menuju bangunan tersebut.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Gedung baru milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bula Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), hingga kini belum dapat dimanfaatkan maksimal.

Padahal, gedung telah selesai dibangun dan memiliki fasilitas memadai. 

Direktur RSUD Bula, dr. Deny Suryana, menyebut kendala utama terletak pada belum tersedianya selasar penghubung menuju bangunan tersebut.

Persoalan itu disampaikan dalam rapat evaluasi bersama Komisi III DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur, Kamis (4/6/2026).

Deny mengatakan gedung yang berada di bagian belakang rumah sakit tersebut memiliki fasilitas yang jauh lebih modern dibanding bangunan lama.

"Bahwa kami sekarang ini ada gedung di belakang. Gedungnya sangat bagus sekali, sudah kayak rumah sakit di luar," kata Deny.

Baca juga: Ketua DPRD Kota Ambon Jagokan Prancis di Piala Dunia 2026, Sebut Mbappe Masih Jadi Idola

Baca juga: Interupsi Wakil Ketua II DPRD SBT Berujung Ricuh, Diduga Tersinggung Bahasa Tubuh Ahmad Voth

Ia menjelaskan setiap ruang telah dilengkapi jaringan oksigen dan fasilitas pendukung pelayanan pasien lainnya.

"Kita ada oksigennya, semua ada, tiap pasiennya ada. Bagus sekali," ujarnya.

Deny berencana memindahkan pelayanan pasien bedah ke gedung baru tersebut guna mengurangi kepadatan ruang perawatan yang ada saat ini.

Namun rencana itu belum bisa direalisasikan karena belum tersedia selasar penghubung sepanjang kurang lebih 30 meter.

"Cuma sayangnya saya mau pindahkan yang pasien bedah ke sana, yang jadi masalah adalah selasarnya. Itu sekitar 30 meter, selasarnya tidak ada," ungkapnya.

Menurut Deny, jika bangunan tersebut terus dibiarkan kosong dalam waktu lama, kondisi fisiknya dikhawatirkan akan mengalami kerusakan.

"Sayang kalau gedung tidak dipakai Pak. Mungkin kalau enam bulan satu tahun rusak, padahal gedungnya sudah bagus, baru dibangun, baru selesai," katanya.

Karena itu, ia meminta perhatian DPRD dan Pemerintah Kabupaten SBT untuk membantu penyelesaian pembangunan selasar sehingga gedung baru tersebut segera difungsikan untuk pelayanan masyarakat.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved