SBT Hari Ini
Pemkab SBT Gelar Kampung Ramadan dan Festival Sahur di Pantai Wailola
Ketua Panitia, Sidik Rumalowak, mengatakan momen Ramadan dipilih sebagai waktu yang tepat untuk menghadirkan kegiatan yang menyentuh nilai religius.
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Mesya Marasabessy
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Kabupaten SBT menggelar Kampung Ramadan dan Festival Sahur di Pantai Wailola, Kota Bula.
- Kegiatan yang bakal dimulai pada Jumat (20/2/2026), itu dikemas sebagai refleksi perjalanan satu tahun pemerintahan bulati Fahri Husni Alkatiri dan wakilnya Muhammad Miftah Toha Rumarey Wattimena.
- Ketua Panitia, Sidik Rumalowak, mengatakan momen Ramadan dipilih sebagai waktu yang tepat untuk menghadirkan kegiatan yang menyentuh nilai religius sekaligus kebersamaan masyarakat.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Seram Bagian Timur (SBT) periode 2025–2030, Pemerintah Kabupaten SBT menggelar Kampung Ramadan dan Festival Sahur di Pantai Wailola, Kota Bula.
Kegiatan yang bakal dimulai pada Jumat (20/2/2026), itu dikemas sebagai refleksi perjalanan satu tahun pemerintahan bulati Fahri Husni Alkatiri dan wakilnya Muhammad Miftah Toha Rumarey Wattimena.
Ketua Panitia, Sidik Rumalowak, mengatakan momen Ramadan dipilih sebagai waktu yang tepat untuk menghadirkan kegiatan yang menyentuh nilai religius sekaligus kebersamaan masyarakat.
“Pertama bahwa dalam rangka refleksi satu tahun pemerintahan yang kami peringati pada, kebetulan bertepatan dengan bulan Ramadan, maka kami konsepkan dalam sebuah bentuk implementasi Kampung Ramadan yang terletak di Pantai Wailola,” ujarnya.
Baca juga: Memasuki Ramadan Penyerapan Gabah Petani Wae Musi Malteng Capai 900 Ton
Baca juga: Tuntut Keadilan, Mantan Security KFC Ambon Minta Gubernur Maluku Turun Tangan
Menurutnya, Kampung Ramadan menjadi bagian dari implementasi visi daerah yang diusung pasangan kepala daerah, yakni SBT Sehat, SBT Cerdas, SBT Sejahtera, dan SBT Berbudi Luhur.
“Dan Kampung Ramadan ini adalah bagian dari bentuk perwujudan salah satu penjabaran visi dari pemerintah bupati dan wakil bupati,” jelasnya.
Ia menerangkan, konsep Kampung Ramadan dirancang tidak hanya sebagai ruang ibadah, tetapi juga ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Di bagian depan kawasan Pantai Wailola, disiapkan lapak-lapak penjual takjil yang melibatkan pelaku usaha lokal.
“Di Kampung Ramadan ini kami desain, pertama di bagian depan ada penjual-penjual takjil. Yang lebih menarik, penjual-penjual takjil ini disponsori oleh para dermawan, baik dari BUMN, BUMD, maupun para pemilik toko yang ada di Kota Bula,” katanya.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia juga menampilkan daftar nama dan logo sponsor di lokasi kegiatan.
Tak hanya itu, Kampung Ramadan juga dikonsepkan sebagai “kampung madrasah”.
Di lokasi tersebut akan digelar pembagian takjil, salat Magrib berjamaah, hingga penyampaian kultum.
“Insya Allah di Kampung Ramadan ini juga kami buat sepenuhnya sebagai kampung madrasah yang akan diisi dengan pembagian takjil, salat Magrib, serta kultum-kultum,” ungkapnya.
Setelah rangkaian ibadah sore hari, kemeriahan akan berlanjut dengan Festival Sahur yang menghadirkan berbagai perlombaan bernuansa Islami dan tradisional.
| Angkat Identitas Daerah, PDI Perjuangan SBT Dorong Makanan Khas Sagu Dipatenkan |
|
|---|
| Peringati Hari Kartini, PDI Perjuangan SBT Dorong Hilirisasi Sagu Lewat Lomba Gulung Pepeda |
|
|---|
| SBT Dapat 200 Unit BSPS, Pemda Diminta Aktif Usulkan Data Warga |
|
|---|
| Program BSPS di Negeri Hote SBT Ditolak Kades, Tim Pendamping Pilih Alihkan ke Desa Lain |
|
|---|
| Efisiensi Rp117 Miliar, Bupati SBT Akui Banyak Program Pembangunan Tertunda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/pemkab-sbt-ramadan.jpg)