Minggu, 26 April 2026

SBT Hari Ini

Viral Dugaan TPPO, Perempuan Asal SBT Diduga Diselundupkan hingga Libya

Kasus dugaan TPPO menimpa Suriani Sula, warga SBT, yang videonya viral dan diketahui berada di Libya usai diberangkatkan lewat jalur tidak resmi.

Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Ode Alfin Risanto
Istimewa
DUGAAN TPPO - Suriyani Sula, salah satu warga Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku yang diduga menjadi korban TPPO dan disekap di Libya. 
Ringkasan Berita:
  • Kasus dugaan TPPO menimpa Suriani Sula, warga SBT, yang videonya viral dan diketahui berada di Libya usai diberangkatkan lewat jalur tidak resmi.
  • Korban awalnya berangkat ke Jakarta bersama rombongan calon TKI tujuan Arab Saudi, namun memisahkan diri dan diduga berkoordinasi dengan pihak lain.
  • Pemda SBT menegaskan keberangkatan Suriani tidak prosedural dan agen penyalurnya hingga kini belum jelas.

Laporan Wartawan Tribunambon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) menimpa seorang perempuan asal Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, bernama Suriani Sula.

Kasus ini mencuat setelah video yang memperlihatkan Suryani diduga menjadi korban TPPO viral di media sosial.

Baca juga: Sempat Kabur ke Bandung, Begini Kronologi Kasus Persetubuhan Anak di Malteng

Baca juga: Kabur ke Bandung, Pelaku Persetubuhan Anak di Maluku Tengah Berhasil Ditangkap Polisi

Korban dilaporkan berada di Libya setelah sebelumnya sempat diberangkatkan ke Turki melalui jalur yang diduga tidak resmi.

Kepala Dinas Nakertrans SBT, Mochtar Rumadan, mengungkapkan Suriani awalnya berangkat dari Bula menuju Jakarta bersama beberapa warga SBT lainnya dengan tujuan bekerja sebagai TKI di Arab Saudi.

“Dalam perjalanan, mereka sama-sama dari Bula ke Jakarta. Ibu dari Suriani, yakni Ibu Mariam Sula, sudah menyerahkan anaknya kepada Desi Rumadahi untuk diikutsertakan sebagai TKI ke Arab Saudi,” ujarnya.

Namun, setibanya di Jakarta, Suriani justru memisahkan diri dari rombongan, sementara Desi dan warga SBT lainnya masih berada di tempat penampungan resmi.

“Intinya Suriani memisahkan diri dan berkoordinasi dengan pihak lain yang sampai sekarang belum diketahui secara jelas,” katanya.

Dalam perkembangan selanjutnya, muncul nama seorang perempuan yang disebut Ibu Dede, yang diduga menjadi penyalur tenaga kerja nonprosedural.

Dari keterangan yang diterima Dinas Nakertrans, Suriani sempat diberangkatkan ke Turki oleh pihak tersebut.

“Sempat ke Turki dulu, setelah itu kita tidak tahu ceritanya bagaimana, tahu-tahu yang bersangkutan sudah berada di Libya,” lanjutnya.

Hingga kini, Pemda SBT menegaskan bahwa keberangkatan Suriani ke luar negeri tidak melalui jalur resmi dan masih dalam proses pendalaman.

“Keberangkatan Suriani ke Timur Tengah, ke Libya itu melalui jalur yang tidak resmi. Agen penyalurnya belum jelas sampai hari ini,” tutupnya.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved