Jumat, 24 April 2026

SBT Hari Ini

Jembatan Darurat Desa Gaur SBT Rusak Parah, Ancam Keselamatan Warga dan Siswa

Kerusakan jembatan desa Gaut menghambat aktivitas ekonomi warga, khususnya dalam mengangkut hasil kebun.

Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Ode Alfin Risanto
TribunAmbon.com/Haliyudin Ulima
JEMBATAN RUSAK - Kondisi terkini Jembatan Darurat di Desa Gaur, Kecamatan Siritaun Wida Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), saat dilalui anak sekolah, Kamis (29/1/2026). 

 

Ringkasan Berita:
  • Jembatan darurat di Desa Gaur, SBT, dalam kondisi rapuh dan membahayakan keselamatan warga, terutama anak-anak sekolah yang melintas setiap hari.
  • Kerusakan jembatan menghambat aktivitas ekonomi warga, khususnya dalam mengangkut hasil kebun.
  • Warga berharap pemerintah segera membangun jembatan permanen karena perbaikan swadaya tidak lagi memadai.
 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Kondisi jembatan darurat di Desa Gaur, Kecamatan Siritaun Wida Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), kian memprihatinkan.

Selain membahayakan keselamatan warga, kerusakan jembatan tersebut juga menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.

Baca juga: Update! Jadwal KM Nggapulu 30 Januari - 22 Februari 2026: Rute Bau Bau, Namlea, Ambon, Ternate

Baca juga: Sempat Terbengkalai, Bupati Malteng Pastikan Bakal Perbaikan Kolam Renang

Pantauan Tribunambon.com Kamis (29/1/2026), jembatan yang terbuat dari batang-batang kayu itu tampak rapuh dan tidak lagi tersusun kokoh.

Warga yang melintas harus ekstra hati-hati agar tidak terpeleset atau terperosok ke sela-sela kayu.

Di bagian tengah jembatan tampak celah menganga yang cukup lebar sehingga roda sepeda motor berisiko terjebak.

Tak ada pegangan di sisi jembatan, hanya susunan kayu seadanya yang sudah mulai miring ke arah sungai.

Yang paling mengkhawatirkan, anak-anak sekolah setiap hari terpaksa melewati jembatan tersebut.

“Anak-anak tiap pagi dan siang lewat sini. Katong sebagai orang tua cuma bisa pesan hati-hati, tapi tetap saja rasa takut itu ada,” ujar  Bapak Amir salah satu warga di lokasi.

Amir menceritakan, bila hujan turun, kondisi jembatan menjadi lebih berbahaya karena permukaan kayu menjadi licin.

“Kalau hujan, kayu-kayunya tambah licin dan goyang. Takutnya jangan sampe siswa jatuh, kalau pengendara motor itu sudah beberapa kali jatuh sampe masuk ke air," katanya.

Tak hanya soal keselamatan, jembatan tersebut juga merupakan akses utama warga menuju kebun.

Kerusakan jembatan membuat warga kesulitan mengangkut hasil pertanian.

“Kalau bawa hasil kebun pakai motor harus pelan sekali. Kadang lebih pilih jalan kaki sambil pikul karena takut jatuh,” bebernya

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved